BolaSkor.com – Mantan pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini, mengaku kecewa dengan sikap PSSI yang tidak ada iktikad baik untuk menemuinya selepas kontraknya habis pada bulan Desember 2019 lalu.

Fakhri mengaku hanya bertemu dengan Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Namun, pertemuannya itu tidak membahas tentang nasibnya di struktur kepelatihan Timnas Indonesia U-19.

Baca Juga:

Seluruh Asisten Pelatih Shin Tae-yong Diumumkan Setelah Tanggal 10 Januari

COO Bhayangkara FC Dukung Nova Arianto Jadi Staf Pelatih Shin Tae-yong

“Beliau informasi disuruh (Sekjen PSSI) Ratu Tisha menyampaikan bahwa kalau Luis Milla jadi pelatih tidak akan ambil tim yang di bawahnya. Tapi kalau Shin Tae-yong bakal membawa asistennya U-23 sampai U-19,” kata Fakhri Husaini kepada BolaSkor.com.

“Bang Danur sampaikan saya masih jadi bagian dari Timnas U-19, tapi saya tanya sebagai apa? Kalau asisten pelatih dasarnya apa? Kalau cuma jadi asisten ngapain saya ke sana meninggalkan pekerjaan, meninggalkan keluarga.”

Menurut mantan kapten Timnas Indonesia era 1990-an ini, jabatan sebagai asisten pelatih merupakan hinaan karena tidak layak untuk menjadi pelatih kepala.

“Oh iya, karena pertimbangan itu mereka anggap saya tidak layak. Bang Danur tidak bisa jawab saat ditanya kenapa saya jadi asisten pelatih. Tapi kalau saya mau cari aman. Enak itu jadi asisten pelatih, Bebannya tidak ada. Tapi, masa saya terbiasa dengan beban yang berat itu,” ujar Fakhri Husaini.

“Kalau masalah kecewa, saya sih biasa aja. Yang saya kecewa itu caranya menyampaikan ini. Karena di sepak bola biasa terjadi, (Carlo) Ancelotti saja habis menang bersama Napoli langsung dipecat,” tambah Fakhri Husaini.

Ketika melatih Timnas Indonesia U-16 hingga U-19, prestasi berusia 54 tahun itu cukup mentereng. Ia berhasil meraih gelar juara Piala AFF U-16, Jenesys Cup Jepang, masuk perempat final Piala Asia U-16, peringkat tiga Piala AFF U-19, dan lolos Piala Asia U-19 2020.

Shin Tae-yong memang menjadi manajer pelatih Timnas Indonesia. Ia menjadi supervisi dari Timnas Indonesia Senior, U-23, U-19/U-20, dan U-16.

Namun, pelatih asal Korea Selatan itu bakal sepenuhnya di Timnas Indonesia Senior dan U-19/U-20. Sisanya, ia akan menjadi supervisi. Di mana, setiap Timnas Indonesia ada pelatih kepala.

Baru Timnas Indonesia U-16 yang ada pelatih kepala yakni Bima Sakti, karena kontraknya masih panjang bersama PSSI. Sementara itu, Shin Tae-yong akan dibantu 4 pelatih asal Korea Selatan, Indra Sjafri, dan Nova Arianto. PSSI akan segera umumkan soal struktur pelatih Timnas Indonesia.