BolaSkor.com - Gelandang Manchester United, Nemanja Matic mulai memahami filosofi permainan Ralf Rangnick. Ia menilai strategi Gegenpressing yang diterapkan sang manajer interim cukup rumit.

Rangnick menduduki kursi manajer Manchester United menggantikan Ole Gunnar Solskjaer. Ia diharapkan mampu memaksimalkan potensi materi pemain Setan Merah yang cukup mentereng.

Rangnick sejauh ini cukup berhasil menjawab kepercayaan tersebut. Dari tiga laga yang sudah dijalani, Manchester United tak terkalahkan dengan catatan dua kemenangan dan satu hasil imbang.

Baca Juga:

Dua Pemain yang Akan Didepak Ralf Rangnick di Manchester United

Rangnick Beberkan Kondisi MU Pasca Diserang Wabah Virus Corona

Ralf Rangnick Nilai Ada yang Salah dari Kompetisi di Inggris

Manchester United juga tampil lebih agresif di bawah asuhan Rangnick. Hal ini membuat permainan mereka dinilai mulai menyerupai Gegenpressing ala Liverpool.

Perbandingan tersebut tidaklah mengejutkan. Jurgen Klopp selaku arsitek Liverpool mengakui filosofi permainannya terinspirasi dari Rangnick.

Gegenpressing sendiri dikenal sebagai taktik pressing total. Setiap pemain diperintahkan untuk menekan lawan dan merebut bola secepat mungkin.

Meski terdengar sederhana, pengaplikasiannya di lapangan tak semudah yang dibayangkan. Hal itu diakui langsung oleh Matic.

"Ini bukan hanya tentang menekan. Anda harus tahu apa yang harus dilakukan dalam sebuah momen, kapan dan di mana harus menekan," kata Matic dilansir dari Mirror.

"Anda harus siap secara fisik, bermain bagus secara taktis ketika kesempatan Anda datang. Kami sudah beradaptasi dengannya."

Bersama Manchester United, Rangnick menerapkan formasi 4-2-2-2 yang cukup langka. Peran Matic dan deretan gelandang lainnya pun sedikit berbeda ketimbang sebelumnya.

Terkait hal ini, Matic mengaku masih beradaptasi. Tentu butuh waktu bagi para pemain Manchester United untuk memahami apa yang diinginkan Rangnick.

“Kami memahami ide-ide terkait bagaimana dia ingin bermain, apa yang dia inginkan dari kami di setiap posisi. Secara bertahap kita akan berada di tempat yang dia inginkan," tambahnya.

“Kami semua positif dan kami sudah beradaptasi dengannya. Ini baru permulaan tetapi kami semua positif tentang banyak hal, jadi kami akan melihat di masa depan.”

Rangnick sendiri hanya dipercaya menangani Manchester United hingga akhir musim sebelum akhirnya naik jabatan menjadi konsultan. Namun bukan tidak mungkin masa baktinya sebagai manajer akan diperpanjang.