BolaSkor.com - Pemain sepak bola bukanlah sosok yang 24 jam berhubungan dengan si kulit bundar. Dalam kesibukan berlatih hingga bermain, mereka tetaplah manusia yang butuh refreshing. Terkadang, aktivitas yang dipilih tak ada hubungannya dengan sepak bola.

Tinggal di Pulau Dewata merupakan surganya para pemancing. Ada banyak spot yang menjanjikan ikan-ikan raksasa, macam Barakuda hingga Giant Travelly (GT). Kenikmatan ini begitu dirasakan bek asal Semarang, Ricky Fajrin.

Ricky Fajrin memang dikenal sebagai pemain yang hobi memancing. Ketika ada waktu senggang, Ricky biasanya memancing di pinggir maupun tengah lautan Pulau Dewata. Dia biasa berangkat dengan rekan setim maupun tetangga rumahnya.

Baca Juga:

Cerita Haru Gelandang Bali United, Hampir Berhenti Main Sepak Bola karena Kecelakaan

Evgeny Khmaruk Kenang Karier di Indonesia bersama Persija Jakarta

"Musim kedua di Bali United itu awal saya memancing di Bali. Saat itu dengan Martinus Novianto. Biasanya di Serangan sampai sekarang. Ikan paling besar yang pernah saya dapat itu GT sama Cakal Kuning," ucap Ricky Fajrin.

Meski gemar berburu ikan, Ricky Fajrin juga suka memelihara ikan, terutama jenis cupang. Dia bahkan membuat akun Instagram khusus yang menampilkan cupang-cupang top grade.

"Diperbanyak saja dulu," tulis Ricky Fajrin saat mengunggah video proses perkawinan cupang jenis Blue Rim.

Berbeda dengan Ricky Fajrin, golf menjadi pilihan Leonard Tupamahu. Bek yang besar bersama Persija Jakarta ini gemar bermain golf saat senggang. Bagi Leonard, golf layaknya terapi ampuh untuk mendukung karier sepak bolanya.

(Instagram Story Leonard Tupamahu)

"Di golf, kita diajarkan sabar, tenang, tidak boleh cepat kecewa, fokus di setiap pukulan. Kita juga diajari sopan dan memuji teman ketika mereka membuat pukulan bagus," tutur Leonard.

Olahraga ini dikenalnya saat membela Persija tahun 2006. Kemudian, dia semakin serius, bahkan sempat ikut turnamen di Malang, ketika dekat dengan pemain asal Singapura, Noh Alam Shah.

"Kenikmatannya itu kalau kita bisa pukul bola jauh, lurus dan bisa jatuh di tempat yang kita mau," jelas Leonard.

Bukan golf, bukan juga memancing. Namun kiper asal Brebes, Wawan Hendrawan memilih modifikasi motor sebagai salah satu saran refreshing. Ketika berangkat latihan, Wawan kerap mengendarai motor Yamaha Scorpio 225 edisi 2006 yang sudah dimodifikasi.

Di bagian kanan dan kiri, tertulis "Spiderwan", lengkap dengan nomor 59. Hobi ini mulai ditekuni Wawan ketika hasil jerih payah dari sepak bola sudah mulai terlihat. Wawan merasa tertantang ketika motornya membutuhkan sparepart yang carinya super susah.

Baca Juga:

Marc Klok, Perjuangan buat Indonesia Sehat dan Sejahtera

Wawancara Gustavo Chena: Terinspirasi Marcelo Bielsa hingga Nostalgia Dominasi Argentina

"Itu yang bikin nagih malahan. Saya cari sparepart, merawat. Kalau sparepart motor biasa kan gampang didapat, kalau yang seperti ini harus custom kan," kata Wawan.

Hobi ini kemudian menular ke juniornya asal Semarang, Rakasurya Handika. Jebolan Timnas Indonesia U-19 itu juga memiliki motor custom klasik yang dimodifikasinya.

"Iya, bang Wawan duluan yang modifikasi motor, setelah itu baru saya," ucap Rakasurya.

Hobi ini ternyata berbanding lurus dengan prestasi. Lewat hobi, mereka bisa lepas dari tekanan sebagai pemain profesional. Setelah balik ke lapangan, Leonard dkk. punya fokus lebih untuk mencetak prestasi. Bali United di bawah polesan pelatih asal Brasil, Stefano Cugurra merupakan tim yang sulit dikalahkan, bahkan dibobol. (Laporan kontributor Putra Wijaya/Bali)