BolaSkor.com - Striker Bayern Munchen, Robert Lewandowski, sangat kesal timnya tersingkir melawan Liverpool di 16 besar Liga Champions 2018-19. Kekesalan Lewandowski bertolak belakang dari ucapan sang pelatih, Niko Kovac.

Liverpool menyingkirkan Bayern Munchen di fase 16 besar Liga Champions 2018-19 dengan agregat gol 3-1. Imbang tanpa gol di Anfield, The Reds menang telak 3-1 di markas Bayern pada leg dua yang berlangsung di Allianz Arena, Kamis (14/3) dini hari WIB.

Liverpool menang melalui dua gol Sadio Mane dan Virgil van Dijk, sementara satu-satunya gol dari Bayern tercipta melalui gol bunuh diri Joel Matip. Bayern mendominasi penguasaan bola 58 berbanding 42 persen Liverpool, tapi kalah dari segi intensitas bermain.

Bayern cenderung hati-hati dalam permainan mereka hingga tidak banyak menciptakan peluang berbahaya di area 16 meter Liverpool. Mereka hanya melepaskan tujuh tendangan dan dua di antaranya tepat sasaran.

Baca Juga:

Jadwal Undian Perempat Final Liga Champions 2018-19

Bayern Munchen 1-3 Liverpool: The Reds Lengkapi Kuartet Inggris

Demi Premier League, Mohamed Salah Rela Korbankan Liga Champions

Bayern Munchen

Bandingkan dengan Liverpool yang melepaskan 10 tendangan dan enam sepakan tepat sasaran ke arah Manuel Neuer. Wajar saja jika top skor Bayern, Robert Lewandowski, tidak mendapatkan cukup banyak suplai bola dari rekan setim dan frustrasi dengan permainan timnya.

"Kami sejak awal tahu ini akan jadi laga yang berat. Tapi di kedua laga, kami bermain terlalu defensif," ujar Lewandowski, dikutip dari laman resmi UEFA.

"Kami tak mencoba untuk menekan dan menciptakan situasi-situasi peluang. Hari ini kami tak mengambil risiko cukup besar," lanjutnya.

"Kami bermain terlalu dalam. Kami sudah mencoba menekan Liverpool, tapi terkadang situasinya dua lawan empat. Ini bukanlah permainan kami," kelub penyerang asal Polandia tersebut.

Berbeda dari Lewandowski, Kovac legawa menerima kekalahan Bayern karena pemikiran sederhana: Liverpool bermain lebih baik. Menurutnya, tim asuhan Jurgen Klopp tahu persis cara mengeksploitasi kelemahan Bayern.

"Kami menghadapi lawan yang sangat, sangat kuat. Saya ingin memberi selamat kepada Liverpool dan Juergen Klopp. Mereka lebih baik dalam dua pertandingan," imbuh Kovac.

"Kami menjaga pertandingan tetap terbuka sampai gol kedua. Anda lihat bola mati bisa menentukan dalam pertandingan seperti ini."

"Mereka menutup ruang kami dengan baik. Kami tidak bermain dengan tenang dan gagal memberikan servis kepada Lewandowski, itulah kenapa ini adalah kekalahan yang pantas."

"Lawan kami menyerang sangat awal dan dalam kecepatan tinggi. Kami mencoba menggunakan fullback untuk menyerang. Kami tidak berhasil karena lawan kami tampil sangat baik, sementara kami tidak dalam hari terbaik. Mereka mengekspos keterbatasan kami," terang pelatih asal Kroasia tersebut.

Liverpool

Sementara itu, Klopp sangat bangga melihat mentalitas dan kekuatan bermain anak-anak asuhnya.

Allianz Arena bukan tempat yang bersahabat bagi klub-klub asal Inggris, namun Liverpool bisa mengalahkan Bayern dengan meyakinkan di sana. Tanpa ragu, Klopp menilai sudah kembali ke jajaran atas klub-klub kuat di Eropa.

"Siapapun yang kami dapatkan sebagai lawan di babak berikutnya, akan kami terima. Anak-anak menyukai kompetisi ini, mereka benar-benar bernafsu dalam momen-momen seperti ini," ujar Klopp.

"Sikap para pemain luar biasa. Tiga pemain depan luar biasa, sementara anak-anak yang masuk belakangan sangat membantu."

"Kami sudah menetapkan sebuah penanda malam ini, bahwa LFC kembali ke level top sepakbola Eropa lagi," pungkas eks pelatih Borussia Dortmund.