BolaSkor.com - Bagi penggila sepak bola, 24 Juni merupakan hari spesial. Karena di hari ini, pada 1987, lahir seorang pesepak bola jenius di Rosario, Argentina. Pesepak bola yang hingga saat ini sudah mengoleksi enam Ballon d'Or, empat di antaranya diraih secara beruntun. Hari ini, 33 tahun Lionel "Messiah" Messi hadir di Bumi.

Lionel Messi lahir dari pasangan Celia Cuccitini dan Jorge Messi. Celia adalah pekerja di pabrik magnet sedangkan Jorge bekerja di pabrik baja. Messi lahir melengkapi dua kakaknya, Rodrigo dan Matias, semuanya menekuni sepak bola. Setelah Messi, hadir Mario Sol, si bungsu, putri satu-satunya dalam keluarga Messi.

Memiliki kakak yang bermain sepak bola, Messi tidak mau ketinggalan. Namun posturnya yang mungil sempat membuat sang ibu cemas jika sang anak bermain sepak bola. Hingga sang nenek turun tangan.

Sang nenek memang memiliki porsi besar dalam perjalanan karier Messi. Tanpa campur tangan sang nenek yang wafat 1998 silam, dunia sepak bola tak akan melihat Messi.

Nenek yang bernama serupa dengan sang ibu, Celia, adalah yang pertama kali melihat dan menyadari betapa besar talenta Messi. Semua berawal dari sebuah bola yang dibelikan kepada sang cucu saat berusia tiga tahun. Nenek Celia membeli bola karena sebelumnya sang cucu senang menendang-nendang benda apa saja yang berbentuk bulat.

Nenek Celia pula yang meminta ibunda Messi untuk membiarkan Messi bermain sepak bola. Nenek yakin, sepak bola tak akan menyakiti cucunya. Sang nenek pula yang meminta Salvador Aparicio, pelatih yang juga kenalan keluarga Messi, melihat lebih jauh bakat Messi.


Kebetulan saat itu Aparicio sedang mencari pemain untuk timnya yang akan ikut turnamen sepak bola anak-anak. Aparicio adalah pelatih dari kedua kakak Messi, Rodrigo dan Matias.

Aparicio terpincut dengan bakat Messi dan meminta izin kepada sang ibu agar anaknya masuk ke dalam tim. Awalnya sang bunda menolak karena secara fisik Messi jauh lebih kecil dari anak seumurannya. Di sinilah sang nenek kembali berperan dan sukses meyakinkan jika sepak bola tak akan membahayakan Messi.

Selain itu, untuk lebih menenangkan sang ibu, Aparicio mengatakan akan menempatkan Messi di sayap kanan. Alasannya, agar dekat dengan tempat ibunya menonton. Dan, keputusan sang bunda untuk melepas Messi berbuah manis. “Anak itu bermain seperti telah memainkan bola sepanjang hidupnya,” kata Aparicio.

“Tanpa nenek, saya tak akan bisa mulai bermain sejak dini,” kata Messi yang hingga kini selalu mengenang momen tersebut.

Messi memang hampir tidak menggeluti sepak bola. Saat berusia 10 tahun, tinggi badan Messi hanya 125cm atau 10cm lebih pendek dari rata-rata. Lambatnya perkembangan tubuh Messi membuat keluarga berkonsultasi dengan dokter Diego Scharstein. Messi didiagnosis Growth Hormone Deficiency (GHD) parsial atau kekurangan hormon pertumbuhan.

Nyaris setahun Messi menjalani berbagai tes untuk mengetahui obat terampuh. Messi akhirnya diharuskan menyuntikan hormon setiap harinya. Sang ayah memutuskan untuk mencari klub yang mau membiayai pengobatan Messi. Tak satu pun yang bersedia, termasuk River Plate yang awalnya sangat tertarik pada talenta Messi.

Akan tetapi takdir memang menetapkan Messi ada di dunia sepak bola. Josep Maria Minguella, agen pencari bakat bagi Barcelona datang ke Argentina dan mendengar kabar tentang bocah ajaib.

“Saya tak terbiasa mencari pemain yang terlalu muda bagi Barca. Namun dua kolega saya di Argentina memaksa untuk menengok. Mereka bilang ada seorang calon pemain fenomenal,” ujar Minguella.