BolaSkor.com – Liverpool dan Manchester City saat ini menjadi rival utama dalam perburuan titel Premier League. Tapi di masa lalu, ketika teknologi VAR (Video Asisten Wasit) atau garis gawang belum eksis, rivalitas Arsenal asuhan Arsene Wenger dan Manchester United era Sir Alex Ferguson jadi yang terdepan dibahas media.

Duel keduanya, di dalam dan luar lapangan pertandingan, tak kalah hebohnya dengan pemberitaan El Clasico di Spanyol atau Derby d’Italia di Italia. Apalagi, Arsenal dan Man United berduel dalam merebutkan titel Premier League.

Pertemuan keduanya saat ini atau di era sepak bola modern tidak lagi sepanas dahulu kala, tapi tetap saja, pertemuan dua tim tradisional Inggris memiliki arti duel adu gengsi, meraih kemenangan demi tercapainya tujuan masing-masin yang ingin dikejar di akhir musim.

Baca Juga:

Prediksi Manchester United Vs Arsenal: Taring Ompong The Red Devils

Jadwal Siaran Langsung Kompetisi Eropa: Manchester United Ditantang Arsenal

Unai Emery: Manchester United Vs Arsenal Pertandingan Tepat Menikmati Sepak Bola

"Ini momen yang sangat hebat, laga yang sangat hebat di antara dua tim di masa lalu, kini, dan masa depan. Tiap laga (Man United vs Arsenal) ketika saya menontonnya di Spanyol, Arsenal vs Manchester United, Manchester United vs Arsenal, selalu jadi momen spesial," tutur Unai Emery, manajer Arsenal, melansir dari Mirror.

"Saya pikir Senin (waktu setempat) jam delapan malam, di seluruh dunia, jika seseorang ingin menyaksikan laga sepak bola, maka tontonlah pertandingan ini."

Begitu banyak cerita soal pertemuan Arsenal kontra Manchester United, baik itu dimainkan di Old Trafford, Highbury (markas lama Arsenal) atau Emirates Stadium. Di antara pertempuran-pertempuran itu, pertandingan di Old Trafford pada 24 Oktober 2004 bisa jadi yang paling banyak diperbincangkan di Inggris.

Manchester United dan Arsenal

Battle of the Buffet atau Pizzagate

Pertandingan yang mungkin tidak akan pernah dibicarakan apabila VAR sudah berlaku. Panasnya rivalitas Arsenal dengan Man United mencapai klimaks pada pertandingan yang berlangsung di Old Trafford, 24 Oktober 2004, dalam lanjutan laga Premier League.

Dipimpin oleh Mike Riley, Arsenal datang sebagai juara bertahan Premier League dan tidak pernah terkalahkan dalam 49 laga beruntun (Arsenal menyandang status The Invincibles). Arsenal bermaterikan pemain sekaliber Thierry Henry, Kolo Toure, Ashley Cole, Robert Pires, dan Patrick Vieira.

Arsenal duduk di puncak klasemen, terpaut dua poin dari Chelsea di urutan dua klasemen. Sementara Man United berada di peringkat enam klasemen – tertinggal 11 poin dari Arsenal.

Pertandingan berjalan sengit di Old Trafford dengan banyaknya pelanggaran yang tidak dianggap sebagai pelanggaran oleh Riley, semisal saat Rio Ferdinand melanggar Freddie Ljungberg atau kala Ruud van Nistelrooy menginjak Ashley Cole.

Manchester United vs Arsenal di Old Trafford pada 2004

Arsenal mendominasi jalannya pertandingan, namun Man United meladeninya dengan peningkatan performa kala Arsenal menurunkan intensitas pertandingan. Tuan rumah menang dengan skor 2-0 melalui penalti Van Nistelrooy dan gol Wayne Rooney, mengakhiri catatan tak pernah kalah Arsenal.

Tapi, kemenangan itu, khususnya penalti Van Nistelrooy dianggap kontroversial setelah Sol Campbell dianggap menjatuhkan Rooney di kotak terlarang. Padahal dalam tayangan ulang, terlihat jelas Campbell telah menarik kakinya sebelum Rooney terjatuh (tidak ada kontak). Penalti itu dianggap jadi titik balik pertandingan.

"Riley mempengaruhi hasil pertandingan, kita tahu dia bisa melakukan itu di Old Trafford. Kami dirampok. Sama sekali tidak ada kontak untuk penalti itu, bahkan Rooney mengatakan hal itu. Kami hanya bisa menguasai performa kami sendiri dan bukan performa wasit. Kita semua tahu dia (Nistelrooy), dia hanya bisa mencurangi orang yang tidak tahu siapa dia," tutur Wenger pasca laga.