BolaSkor.com - Gelora Dewata merupakan gairah baru bagi masyarakat Bali mulai 1989. Akhirnya ada hal lain yang bisa dibanggakan Pulau Bali. Gelora Dewata tumbuh sebagai tim sepak bola yang disegani dan dicintai.

Gelora Dewata merupakan klub yang didirikan HM Mislan. Pengusaha kontraktor ini mengkombinasikan para pemuda Bali dan para pemain yang sudah pengalaman di sepak bola nasional.

Dalam perjalanan, HM Mislan turut menjadikan sang putra, Vigit Waluyo sebagai manajer tim. Sebagai tim yang baru berdiri, Gelora Dewata punya prestasi yang patut dibanggakan.

Musim pertama, Gelora Dewata hanya tim papan tengah. Mereka menduduki peringkat delapan dengan catatan 13 kemenangan, 13 hasil seri dan 11 kekalahan. Peringkat kelima didapat musim 1992/1993, dengan catatan 12 kemenangan, 14 hasil seri dan hanya kalah enam kali.

Kehadiran pemain-pemain berpengalaman, seperti Erick Ibrahim, Kas Hartadi hingga Freddy Muli membuat Gelora Dewata jadi tim yang diperhitungkan pada musim ketiganya.

Gelora Dewata menjadi juara Piala Galatama 1993 dan runner-up Liga Galatama 1993/1994. Keberhasilan ini membuat Gelora Dewata berhak mengikuti Piala Winners Asia musim 1994/1995.

Baca Juga:

PSSI Akan Potong Gaji Shin Tae-yong dan Staf Pelatih Timnas Indonesia di Tengah Pandemi Virus Corona

Nostalgia - Force Majeure dalam Sejarah Sepak Bola Tanah Air

Gelora Dewata

Gelora Dewata menambah amunisi. Datanglah dua pemain Afrika, Vata Matanu Garcia dan Mbog Nyetam Jeremy. Vata merupakan pemain Timnas Angola. Sementara Mbog merupakan pemain muda yang sebelumnya main di Liga Portugal bersama Vitoria Setubal.

Vata membuat lini depan menjadi kuat. Dia bertugas sebagai pencetak gol bersama Ida Bagus Mahayasa dan Misnadi Amrizal. Saat Perserikatan dan Galatama dilebur musim 1994/1995, Vata menjadi top skor wilayah timur dengan 21 gol.

Sayangnya, Gelora Dewata gagal berprestasi di Piala Winners Asia. Jangankan melaju lebih jauh, tim ini justru didiskualifikasi. Ternyata, dokumen kepindahan Mbog dari Portugal ke Indonesia belum tuntas.

Baca Juga:

Pemotongan Gaji Pemain Liga 1 dan Liga 2, Jangan Tumpul ke Atas-Tajam ke Bawah

PSSI Putuskan Kompetisi Bisa Dihentikan dengan Syarat

Gelora Dewata

Mbog padahal tampil dalam dua partai lawan Kuala Lumpur FA. Gelora Dewata sudah unggul agregat 3-2. Dengan status Mbog yang dianggap ilegal, Gelora Dewata didiskualifikasi dari ajang ini.

Setelah gagal di Asia, Gelora Dewata menempati peringkat kelima Ligina 1994/1995. Musim berikutnya, Gelora Dewata lolos ke babak 12 besar. Konsistensi penampilan ini membuat dukungan masyarakat Bali turut konsisten.

Dalam perjalanannya, Gelora Dewata mendapat dukungan penuh dari masyarakat Bali. Tak ada satu pun celah terlihat ketika Gelora Dewata main di Stadion Ngurah Rai, Denpasar.

Bisa dibilang, kehadiran Gelora Dewata menghadirkan semangat sepak bola, setelah bertahun-tahun jadi tuan rumah turis dunia yang ingin menikmati budaya dan wisata. Hanya selang dua tahun dari keberadaan Gelora Dewata, kemudian lahir Perseden Denpasar pada tahun 1991. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)