BolaSkor.com - Real Madrid akan bertanding melawan Eintracht Frankfurt pada ajang Piala Super Eropa 2022 yang berlangsung di Helsinki Olympic Stadium, Kamis (11/8) dini hari WIB.

Laga ini bakal jadi kesempatan pertama Frankfurt untuk tampil di Piala Super Eropa, sedangkan Real Madrid akan menempuh penampilan kedelapan.

Duel ini menjadi pertemuan pertama kedua kubu di level kompetitif. Terakhir kali kedua klub bertemu di final Piala Champions (European Cup) pada 18 Mei 1960 di Hampden Park, Glasgow.

Kala itu Madrid membantai Frankfurt 7-3 untuk meraih trofi juara Eropa untuk kelima kalinya secara beruntun. Ya, Madrid menang telak lewat sebuah permainan yang digadang-gadang sebagai penampilan terbaik sepanjang sejarah.

Baca Juga:

Gawat, Pemain Baru Barcelona Belum Bisa Didaftarkan ke LaLiga

Prediksi LaLiga 2022-2023: Kembali Sengitnya Rivalitas Dua Penguasa

Persahabatan Bagai Kepompong, Berikut Para Bintang LaLiga yang Dikenal sebagai Sobat Karib

(twitter/championsleague)

Di hadapan 127.621 pasang mata, Real Madrid yang kala itu bisa dibilang "Raja Eropa" justru kerepotan menghadapi lawan mereka asal Jerman. Ketika laga baru berjalan hutingan detik, kiper Madrid Rogelio Dominguez dipaksa melakukan penyelamatan yang membuat bola menghantam bingkai gawang.

Tidak hanya itu, Frankfurt bahkan unggul lebih dulu ketika tendangan voli Richard Kress yang menerima umpan Erwin Stein menjebol gawang Los Blancos.

“Beruntung, pertandingan dimulai dengan kesalahan defensif dan mereka mencetak gol,” kenang bek Madrid Pepe Santamaria dikutip dari kolom Sid Lowe di Guardian 18 Mei 2020.

"Kami beruntung. Gol mereka seperti sengatan lebah besar. Tiba-tiba, Anda putus asa, panik, Anda harus segera menghilangkan sengatan itu. Anda bereaksi. Dan itulah yang terjadi. Mentalitas kami adalah: 'Baiklah, ayo kita kejar mereka'. Sepertinya Frankfurt telah memprovokasi kami."

Setelah kebobolan, Madrid dimotori dua mesin gol, Ferench Puskas dan Alfredo Di Stefano, memang tampil menggila. Gol Frankfurt membuat Madrid marah dan sontak menampillkan kualitas mereka yang memesona.

Dalam sembilan menit, mereka menyamakan kedudukan ketika Di Stefano menyambut umpan silang Canaio. Hanya tiga menit kemudian, Di Stefano menyerang lagi.

Di saat-saat terakhir babak pertama, Puskas entah bagaimana bisa menjebol gawang Frankfurt dari sudut yang sempit.

Puskas kembali mencetak gol pada menit ke-11 babak kedua dari titik penalti. Puskas kemudian mencatat gol ketiganya saat laga berjalan genap satu jam lewat tandukan meneruskan umpan Francisco Gento.

Aliran gol Puskas berlanjut pada menit 71 ketika dia berbalik dan menembak bola ke sudut atas. Meskipun Stein mencetak gol untuk Frankfurt beberapa detik kemudian, Di Stefano kemudian membuat skor menjadi 7-2. Stein mencetak gol lagi tidak lama kemudian, tapi itu semata penghiburan.

Usai laga, publik Hampden Park rela bertahan selama lebih dari 30 menit untuk ikut merayakan kemenangan Real Madrid.

"Emosi aneh pada kerumunan penonton saat tim Madrid yang menang keliling lapangan, membawa trofi yang telah mereka monopoli sejak awal, menunjukkan bahwa penonton tidak hanya terhibur. Mereka tergerak oleh pengalaman melihat permainan ditampilkan dengan standar tertinggi. Mereka tidak bisa menyembunyikan kekaguman mereka," tulis Hugh McIlvanney kala itu dalam artikel di The Scotsman.

Sementara komentator BBC, Kenneth Wolstenholme, mengatakan, "Real di Hampden pada 1960 sejauh ini adalah sajian paling luar biasa lezat yang pernah saya gambarkan. Mereka dimainkan seolah-olah disentuh oleh malaikat".