BolaSkor.com - Bayern Munchen akan menghadapi Barcelona pada babak perempat final Liga Champions 2019-2020, di Estadio da Luz, Sabtu (15/8) dini hari WIB. Menilik beberapa tahun ke belakang, Bayern punya kenangan indah ketika menghadapi Barcelona di Liga Champions.

Bayern Munchen bersua Barcelona pada semifinal Liga Champions 2012-2013. Ketika itu, Barcelona sedang dalam puncak permainan dengan pemain-pemain seperti Xavi Hernandez, Lionel Messi, Andres Iniesta, hingga Gerard Pique.

Bayern Munchen di luar dugaan bisa meraih kemenangan besar 4-0. Keempat gol FC Hollywood dicetak Thomas Muller (25', 82'), Mario Gomez (49'), dan Arjen Robben (73'). Bayern yang bermain efektif mengalahkan taktik Barca yang termasyhur, tiki-taka.

Pelatih Bayern Munchen saat itu, Jupp Heynckes, memilih formasi 4-2-3-1 dengan penekanan defensif. Bahkan, pada beberapa saat, Bayern seperti tidak memiliki striker.

Baca juga:

Jadwal Siaran Langsung Perempat Final Liga Champions Pekan Ini

Rekor Cristiano Ronaldo di Liga Champions Rawan Disalip Robert Lewandowski

Potensi Juara Baru di Liga Champions 2019-20

Barcelona Vs Bayern Munchen

Sementara itu, Tito Vilanova menerapkan formasi 4-3-3 untuk Barcelona. Barca memanfaatkan kedua sayap untuk mencetak gol.

Lionel Messi yang sempat diragukan tampil bermain sejak awal. Sementara itu, Mario Gomez masuk menggantikan Mario Mandzukic yang terkena skorsing. Sedangkan, Arjen Robben memulai dari sisi kanan.

Bayern Munchen membiarkan Gerard Pique dan Marc Bartra menguasai bola lebih lama. Bayern mengantisipasinya dengan memberikan kebebasan kepada Thomas Muller untuk melakukan pressing.

Menariknya, Gomez yang mendapatkan tugas menjaga dan membayangi Sergio Busquets. Ketika Busquets mulai memasuki area lapangan Bayern, Gomez langsung mendekatkan diri.

Sejatinya, apa yang diterapkan Heynckes bukanlah gegen pressing murni. Hanya ada beberapa pemain yang ditugaskan mengejar bola dan menjaga area.

Bagian paling berisiko dari taktik yang diterapkan Bayern adalah bermain dengan garis pertahanan yang tinggi. Barca memiliki Alexis Sanchez, Messi, dan Pedro yang siap menebar ancaman bermodalkan kecepatan.

Kunci Bayern meredam permainan Barcelona ada pada peran Javi Martinez. Mantan penggawa Athletic Bilbao tersebut tampil brilian dengan mencatatkan enam tekel plus dua intersep. Bagian penting lainnya adalah Javi Martinez juga aktif membantu serangan.

Peran Javi Martinez juga mendapatkan sokongan dari Bastian Schweinsteiger. Gelandang asal Jerman itu bermain dengan mobilitas tinggi dan saling mengisi bersama Muller.

Die Roten menghadapi masalah ketika Martinez mendapatkan kartu kuning pada awal babak kedua. Situasi tersebut membuat pergerakan Martinez sedikit tertahan.

Namun, dengan taktik yang sudah diterapkan sejak awal pertandingan, stamina para pemain Barcelona turun drastis. Sementara itu, Bayern dalam tenaga yang jauh lebih baik.

Kemudian, Bayern Munchen mengubah taktik 4-2-3-1 menjadi 4-4-1-1. Dengan begitu, peran Franck Ribery dan Robben lebih dimaksimalkan.

Hasilnya, Bayern Munchen membuat pertahanan Barcelona kelimpungan. Bayern mencetak tiga gol untuk membuat pertandingan berakhir dengan skor 4-0.

Bayern Munchen Vs Barcelona

Beban Bayern pada leg kedua jelas lebih ringan. Kekalahan empat gol tanpa balas membuat Barcelona punya misi yang sulit.

Blaugrana menghadapi masalah pelik setelah Lionel Messi dalam kondisi tidak bisa dimainkan. Peran La Pulga digantikan Cesc Fabregas.

Tito Villanova juga melakukan perubahan dengan memainkan David Villa sejak menit awal. Sementara itu, Alex Song bermain sebagai gelandnag jangkar.

Bayern mencetak gol pertama melalui pergerakan Robben dari sayap kanan pada menit ke-49. Mantan pemain Chelsea itu mengeluarkan senjata andalannya yakni menekuk bola sebelum melepaskan tembakan.

Barcelona semakin tenggelam usai Pique melakukan gol bunuh diri pada menit ke-72. Bermaksud ingin melakukan adangan, namun bola hasil tendangan sang bek justru masuk ke dalam gawang.

Petaka untuk Barcelona kembali hadir empat menit berselang. Ribery melakukan akselerasi dari sayap kiri sebelum memberikan umpan. Bola disambut Muller dengan sundulan. Meski Victor Valdes sudah berusaha membendung, namun gol tak bisa dihindari.

Bayern menyudahi pertandingan dengan unggul agregat 7-0. Pada laga final, mereka menumbangkan wakil Bundesliga lainnya, Borussia Dortmund.

Kini, Bayern Munchen memiliki kesempatan kembali mengukir kemenangan melawan Barcelona. Namun, Bayern juga wajib waspada karena Barcelona punya ambisi besar di Liga Champions untuk menebus hasil negatif pada musim ini.