BolaSkor.com - Juventus berada di atas angin jelang pertandingan melawan Inter Milan pada laga pekan ke-11 Serie A 2012-2013. Namun, pada akhir laga, justru Nerazzurri memberikan kado pahit ulang tahun ke-115 Juve.

Juventus mulai memasang batu untuk menorehkan hegemoni di Serie A pada 2012. Tim asuhan Antonio Conte tersebut meraih gelar Serie A 2011-2012 dengan rekor tanpa kekalahan.

Catatan berlajut ke musim berikutnya. Hingga pekan ke-10, Juve tidak pernah tumbang. Dengan begitu, La Vecchia Signora belum merasakan pahitnya kekalahan dalam 49 pertandingan terakhir.

Kekalahan terakhir Juventus tercipta pada 15 Mei 2011 saat melawan Parma. Gol semata wayang Sebastian Giovinco membuat Juve pulang dengan tangan hampa.

Tak heran, pada saat melawan Inter Milan, Juve sangat diunggulkan menjadi pemenang. Apalagi, laga tersebut digelar hanya dua hari setelah Juve merayakan ulang tahun ke-115 (1 November). Juve punya peluang merayakan ulang tahun dengan mengalahkan rival abadi.

Baca Juga:

5 Kiper Jempolan Calon Pengganti Samir Handanovic

Genap Berusia 36 Tahun, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Berkelas

Mantan Pelatih Kebugaran Ramal Sisa Karier Cristiano Ronaldo

Juve Vs Inter

Publik Juventus Stadium bersorak usai Arturo Vidal mencetak gol ketika pertandingan baru berjalan 19 detik. Meski berbau offside, tetapi gol tersebut tetap disahkan.

Rupanya, itu merupakan satu-satunya gol yang tercipta dari kubu tuan rumah. Sisa laga akan menjadi perjalanan pelik bagi Juventus.

Inter Milan mendapatkan tendangan penalti setelah Diego Milito dilanggar Claudio Marchisio di kotak terlarang.

Milito yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurnya. Gianluigi Buffon tidak bisa berbuat banyak.

Il Biscione berbalik unggul 2-1 pada menit ke-75. Milito mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kali setelah menyambar bola liar hasil tendangan keras Fredy Guarin.

Tertinggal, Juve semakin bersemangat mencetak gol. Sejumlah peluang tercipta untuk Si Nyonya Tua.

Namun, justru Inter yang kembali mencetak gol jelang peluit panjang. Akselerasi Yuto Nagatomo diselesaikan sontekan Rodrigo Palacio. Skuad asuhan Andrea Stramaccioni menutup pertandingan dengan keunggulan 3-1.

Sayangnya, Inter gagal menjadikan kemenangan tersebut sebagai batu loncatan meraih hasil positif pada laga berikutnya. Di akhir kompetisi, Inter hanya menempati peringkat kesembilan dengan 54 poin.

Sementara itu, Juventus meraih gelar usai meraup 87 angka. Juve unggul sembilan poin dari peringkat kedua, Napoli.

Meski demikian, kemenangan Inter di Turin pada malam itu tetap menjadi satu di antara kisah yang sulit dilupakan dalam duel bertajuk Derby d'Italia tersebut. Inter memberikan kado berupa kekalahan untuk Juventus.