BolaSkor.com - Jurgen Klopp dikenal sebagai juru taktik yang memproklamirkan filosofi Gegenpressing. Namun taktik ini nyatanya terinspirasi dari Ralf Rangnick.

Gegenpressing dalam bahasa Inggris berarti counterpressing. Ini adalah sebuah taktik yang memanfaatkan situasi transisi dalam permainan.

Klopp meminta para pemainnya untuk langsung melakukan pressing kepada lawan begitu kehilangan bola. Tujuannya tidak hanya mencegah permainan lawan berkembang, tetapi juga dimanfaatkan untuk mencetak gol.

Baca Juga:

Jejak Digital Berbicara, Rangnick Pernah Ungkap Masalah Terbesar Manchester United

Awas Manchester United, Ralf Rangnick Banyak Maunya

Mengenal Lebih Dekat Filosofi Sepak Bola Ralf Rangnick: Sang Guru dari Klopp dan Tuchel

Ralf Rangnick dan Jurgen Klopp

Gegenpressing membutuhkan kerja sama semua pemain di lapangan. Satu kesalahan orang bisa membuat Gegenpressing gagal dan berakibat fatal.

Gaya permainan itu tak serta merta ditemukan Klopp. Pikirannya baru terbuka saat berhadapan dengan tim asuhan Ralf Rangnick.

Momen itu terjadi pada pekan kelima Bundesliga 2008-2009. Borussia Dortmund asuhan Klopp bertandang ke markas Hoffenheim asuhan Rangnick pada 21 September 2008.

Musim 2008-2009 merupakan debut Hoffenheim di Bundesliga. Tim asuhan Rangnick berhak promosi usai menjadi runner up Bundesliga 2.

Rangnick sudah menangani tim ini sejak 2006. Menariknya, saat itu Hoffenheim masih berlaga di kasta ketiga liga Jerman.

Sementara musim 2008-2009 merupakan debut Klopp bersama Dortmund. Sebelumnya ia menangani Mainz 05.

Sebelum laga, Dortmund berada di peringkat keempat dengan raihan delapan poin dan belum terkalahkan. Sementara Hoffenheim dua tingkat di bawahnya dengan raihan tujuh poin.

Hal ini membuat Dortmund menjadi unggulan dalam laga yang berlangsung di Carl Benz Stadion. Die Borussen tentu ingin mempertahankan rekor tak terkalahkannya.

Namun yang terjadi di lapangan jauh dari prediksi. Hoffenheim secara mengejutkan mampu menghajar Dortmund dengan skor telak 4-1.

Dortmund benar-benar tak berkutik menghadapi Hoffenheim yang tampil agresif. Hasil ini membuat gempar Bundesliga.

Hoffenheim langsung memecah kebuntuan saat laga baru berjalan lima menit lewat sepakan Vedad Ibisevic. Tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 setelah Sejad Salihovic mencetak gol kedua lewat tendangan bebas pada menit ke-25.

Jalannya babak kedua tak jauh berbeda. Hoffenheim tetap tampil dominan dan mencetak dua gol tambahan melalui aksi IbisevIC (47'), dan Carlos Eduardo (67').

Dortmund mendapat gol hiburan di penghujung laga melalui sepakan Felipe Santana. Gol itu berawal dari situasi sepak pojok yang menghasilkan kemelut di depan gawang Hoffenheim.

Usai laga, Klopp mengakui kekagumannya kepada permainan yang ditunjukkan Hoffenheim. Gaya permainan yang diterapkan Rangnick membuatnya menemukan ide Gegenpressing.

"Kita harus mencapai tempat mereka sekarang. Penerapan taktik sayangnya tidak seperti mengendarai sepeda, jadi anda harus berlatih, lagi dan lagi," kata Klopp usai laga tersebut.

Beberapa waktu kemudian, Rangnick mengakui Klopp meniru filosofi permainannya. Namun ia merasa senang karena kompatriotnya tersebut kini menjelma menjadi salah satu juru taktik terbaik di Eropa.

"Juergen berkata gaya main kami (Hoffenheim) yang seperti itu;ah yang ingin ia terapkan di Dortmund. Dalam dua tahun, dia mengubah timnya dengan gaya permainan seperti itu," kata Rangnick.

Rangnick kini dikabarkan akan menerima tawaran Manchester United untuk menjadi pelatih interim hingga akhir musim 2021-2022. Adu taktik antara dirinya dengan Klopp tentu menjadi satu momen yang menarik ditunggu.