BolaSkor.com - Tidak disangkal lagi kepindahan Luis Figo dari Barcelona ke Real Madrid pada 24 Juli 2000 merupakan salah satu transfer yang paling sarat kebencian. Figo hengkang meninggalkan Barcelona ke rival utama dengan biaya transfer 37,4 juta poundsterling, rekor termahal kala itu.

Sempat tersiar kabar bahwa saat itu sebenarnya Luis Figo tidak benar-benar ingin menindaklanjuti proses transfer. Akan tetapi, setelah mengizinkan pihak ketiga untuk bernegosiasi dengan presiden Real Madrid Florentino Perez atas namanya, posisi Figo tersudut.

Di sisi lain, Perez, yang ingin memamerkan kekuatan politik dan keuangannya, juga mungkin tidak perlu merekrut pemain. Tetapi dia tetap melakukannya karena dia bisa. Dan dengan demikian dia meletakkan penanda untuk era Galacticos.

Baca juga:

Alasan Kepergian Luis Figo dari Barcelona ke Madrid yang Berujung Insiden Kepala Babi

Nostalgia - Insiden Pelemparan Kepala Babi untuk Sang Pengkhianat, Luis Figo

Hanya Trofi Liga Champions yang Menyelamatkan Muka Barcelona

Menjelang pemilihan presiden Real Madrid, Florentino Perez bertaruh untuk membayar semua bayaran anggota Real Madrid selama setahun penuh jika tidak bisa mendapatkan Figo. Pertaruhan ini sudah cukup membuat Perez mendapatkan dukungan.

Untuk meyakinkan Figo, Perez menggunakan jasa dari Paulo Futre. Bagi suproter West Ham tentu akan sangat mengingatnya ketika dia menjadi bagian dari tim 'Perserikatan Bangsa-Bangsa'-nya Harry Redknapp. Saat itu, di Portugal, Paulo Futre statusnya sudah seperti dewa.

Tidak mengherankan jika Figo yang relatif tidak tahu apa-apa mengikuti negosiasi dan menerima apa saja yang terjadi.

Ada hal unik terkait penggunaan jasa Futre dalam misi perekrutan Figo. Dalam perjanjian disebutkan jika Perez memenangkan pemilihan dan Figo gagal didapatkan, pemain Portugal itu harus membayar kompensasi sekitar 26 juta euro. Jika Perez yang gagal, Figo akan menerima sekitar 2,3 juta euro.

Setelah segala sesuatunya kurang lebih sudah disepakati, tidak ada media yang menciumnya. Bahkan ketika Madrid menyetor klausul pembelian senilai 37,4 juta pounsterling ke Federasi Sepak Bola Spanyol.

Menariknya, ketika media mengetahui, Figo malah dengan beraninya menyangkal mengetahui apa yang terjadi meski nyaris semua orang sudah tahu. Namun belakangan diketahui jika tidak menyangkal situasi di Barcelona akan lebih buruk.

Kebetulan saat itu Barcelona juga sedang dalam masa pemilihan presiden klub. Sayangnya pemain-pemain yang menuntut peningkatan bayaran kesulitan menyalurkan keinginan mereka. Pasalnya tidak ada seorang pun yang terlibat negosiasi memegang posisi presiden. Karena itu mereka tidak bisa memberikan jaminan.

Kondisi tersebut sangat menguntungkan Florentino Perez yang akhirnya terpilih menjadi presiden Real Madrid dengan hanya unggul beberapa ratus suara dari saingan terdekatnya.

Singkat cerita, Florentino Perez menjadi presiden Real Madrid dan berhasil memboyong Luis Figo ke Santiago Bernabeu, sesuai dengan janjinya. Luis Figo pun menjadi Galacticos pertama.

Di sisi lain, raksasa Catalan tidak pernah menerima keputusan sang kapten pergi ke rival. Hingga terjadilah peristiwa pelemparan kepala babi pada El Clasico 2002 di Camp Nou. Sang pahlawan Barca menjelma menjadi sosok yang paling dibenci di Camp Nou. Sang pahlawan yang kini menjadi pengkhianat besar.

"Pergi dari Barcelona adalah keputusan yang penting tetapi sulit. Saya meninggalkan kota yang memberi saya banyak hal dan tempat di mana saya merasa baik," ucap Luis Figo dikutip dari Marca.

"Tapi ketika Anda merasa tidak dikenali dari apa yang Anda lakukan dan Anda mendapat tawaran dari klub lain, maka Anda memikirkannya."

Rekor transfer termahal Figo sendiri tidak bertahan lama. Setahun kemudian Perez mendatangkan Zinedine Zidane dengan benderol 46,6 juta poundsterling. Madrid pun kemudian menjadi Galacticos dengan adanya Figo, Zidane, Ronaldo Nazario, dan David Beckham.

Figo dan Galacticos membawa Real Madrid dua kali menjuarai LaLiga dan sekali kampiun Liga Champions dalam tiga musim. Figo juga berhasil meraih Ballon d’Or pada 2000 berkat performanya di Barcelona dan Madrid.