BolaSkor.com - Timnas Brasil merebut gelar Piala Dunia ketiganya pada edisi 1970 yang berlangsung di Meksiko. Dalam turnamen ini, Pele menunjukkan bahwa ia tak cuma ahli dalam mencetak gol tapi juga bisa menjadi pelayan bagi rekan-rekannya.

Pemain bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento awalnya sempat menolak panggilan memperkuat Brasil di babak kualifikasi Piala Dunia 1970. Hal itu tak terlepas dari permainan kasar para lawan terhadap dirinya di turnamen edisi sebelumnya.

Pada Piala Dunia 1966, Brasil yang berstatus sebagai juara bertahan gagal lolos dari fase grup. Salah satu penyebabnya karena lawan-lawan mereka bermain kasar.

Sebagai andalan Tim Samba, Pele paling sering menjadi korban dari tekel-tekel keras lawan. Hal itu membuatnya sempat berujar tidak akan mau bermain lagi di Piala Dunia.

Baca Juga:

Nostalgia - Ketika Kepindahan Ruud Gullit ke Chelsea Picu Perubahan di Sepak Bola Inggris

Nostalgia - Miodrag Belodedici, Buronan Politik yang Dua Kali Taklukkan Eropa

Ketika Piala Dunia Dilahirkan di Amsterdam demi Perdamaian Dunia

Namun Pele mengubah keputusannya dan bermain di enam laga kualifikasi. Ia juga mencetak enam gol dan mengantar Brasil lolos ke putaran final.

Salah satu alasan Pele mengubah keputusannya adalah karena FIFA mulai menerapkan hukuman kartu kuning dan kartu merah. Para pemain kini tak bisa lagi melakukan pelanggaran keras sesukanya.

Pele yang sudah hampir berusia 30 tahun menjadi salah satu pemain paling senior Brasil di putaran final Piala Dunia 1970. Rekan-rekan seangkatannya seperti Garrincha, Nilton Santos, Valdir Pereira, Djalma Santos dan Gilmar sudah pensiun.

Hal itu membuat Pele menjadi pemimpin dan memainkan peran yang sedikit berbeda. Dengan formasi 4-2-4, ia lebih sering berperan sebagai pelayan bagi tiga pemain depan lainnya yaitu Jairzinho, Tostao, dan Rivelino.

Dengan formasi ini, Timnas Brasil menunjukkan permainan yang enak untuk ditonton. Kualitas Pele juga menjadi lebih komplit dari sebelumnya.

Pele yang sebelumnya lebih dikenal sebagai predator kotak penalti ternyata juga bisa berperan sebagai kreator serangan. Torehan enam assist menjadi buktinya.

Masing-masing satu assist Pele bukukan ketika menghadapi Cekoslovakia dan Inggris di fase grup. Dua umpan matang itu diberikan kepada Jairzinho.

Pada perempat final, Pele membukukan satu assist saat Brasil mengalahkan Peru dengan skor 4-2. Umpan matangnya kali ini dikonversi menjadi gol oleh Tostao.

Pele kembali menambah jumlah assist-nya kala bersua Uruguay di babak semifinal. Umpan matangnya kepada Rivelino pada menit ke-89 memastikan kemenangan Brasil dengan skor 3-1.

Pele kian tak terbendung saat menghadapi Italia di partai final. Selain mencetak gol pembuka, ia juga memberikan dua assist kepada Jairzinho dan Carlos Alberto.

Berkat kontribusinya tersebut, Brasil menang dengan skor telak 4-1. Mereka pun berhak memiliki trofi Jules Rimet untuk selamanya.

Menariknya, jumlah assist Pele tersebut merupakan yang terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, Tidak ada pemain yang mampu melebihi catatan tersebut hingga Piala Dunia 2018 silam.

Meski menjalani peran berbeda, Pele tak kehilangan sentuhannya dalam mencetak gol. Total empat gol juga berhasil ia bukukan dan menempatkannya di peringkat keempat dalam daftar top skorer.

Timnas Brasil di Piala Dunia 1970 dianggap sebagai salah satu tim terbaik sepanjang masa. Predikat itu tentu tak lepas dari kontribusi seorang Pele.

Pele dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Hal itu dibuktikan dengan torehan gol sepanjang kariernya yang mencapai lebih dari 1.000 buah.