BolaSkor.com - Nama Francesco Totti sudah identik dengan AS Roma. Tidak heran jika sang pemain disemati julukan Pangeran Roma. Namun ada satu peristiwa yang nyaris membuat pamornya sebagai legenda Roma tercoreng.

Sebagai legenda, hampir semua tindakan Francesco Totti membuat warga Roma makin mencintainya, kecuali separuh lagi di sisi biru kota. Akan tetapi, ada satu ulah Totti yang bahkan dianggap Romanisti berlebihan. Ulah itu adalah saat sang bintang melakukan selebrasi gol dengan swafoto alias selfie pada 11 Januari 2015 atau lima tahun lalu.

Baca Juga:

Ketika AS Roma Menginvasi Media Sosial dengan Cara Nyeleneh

Selangkah Lagi Inter Milan dan AS Roma Barter Pemain

Pada laga itu Totti kembali menjadi pahlawan bagi AS Roma dengan memborong dua gol pada pertandingan yang berakhir imbang 2-2. Totti menyelamatkan Roma dari kekalahan dengan mencetak gol penyama di babak kedua. Totti membuat keadaan kembali seimbang lewat sebuah gol spektakuler lewat sepakan voli akrobatik di menit 65.

Usai mencetak gol Totti berlari ke arah suporter Roma. Akan tetapi selebrasi Totti belum berhenti. Il Capitano kemudian memberi sinyal kepada seorang Guido Nanni, pelatih kiper Roma, untuk bergabung. Sang pelatih kemudian memberikan ponsel kepada Totti. Lalu terjadilah aksi selfie Totti dengan latar belakang Curva Sud yang kemudian menjadi viral.

"Saya sudah memikirkannya sepanjang pekan. Meski sedang populer, saya biasanya tidak suka melakukannya (selfie). Karena saya ingin kehidupan pribadi saya terjaga. Akan tetapi ini momen spesial, sesuatu yang akan dikenang untuk waktu lama," ujar Totti menjelaskan selebrasi selfienya.

Ya, Totti memang sudah merencanakan selebrasi ini. Kepada Mashable, Sean Foley, orang yang saat itu menjalankan media sosial dan digital AS Roma, semua itu adalah ide dari Totti sendiri. Kemudian tim menyusun rencana yang sejatinya cukup simpel. Rencana itu termasuk menitipkan ponsel milik Totti kepada Guido Nanni. Sang pelatih kiper itu dipilih karena akan mudah bagi Totti menemukannya saat selebrasi.

Yang menarik, ide gila Totti tersebut mendapat dukungan dari klub, yang malah menyusun rencana secara rinci. Ternyata hal ini tidak lepas dari sosok sang presiden Roma saat itu, James Pallotta. Saat membeli Roma, pengusaha asal Amerika Serikat itu ingin membuat klub lebih dikenal di dunia. Salah satu cara yang diprioritaskannya adalah media sosial.

Beruntung bagi Pallotta, Totti benar-benar mencetak gol penting pada Derby della Capitale, yang merupakan salah satu laga terpanas di dunia. Dengan kerja tim media sosial, selfie Totti menyebar cepat ke seluruh penjuru dunia.

"Visi Pallotta menjadi kenyataan berkat pemain yang paling dikenal dari klub ini," ujar Foley.

"Semua ini (viral) tidak akan terjadi jika Totti tidak mencetak gol luar biasa lewat aksi yang spektakuler di usia 38 tahun melawan rival terbesar Roma," lanjut Foley.

Totti sejatinya bukanlah pemain sepak bola pertama yang merayakan gol dengan berselfie. Adalah Dom Dywer yang melakukannya di MLS pada Juli 2014. Menariknya, jika Dywer mendapatkan kartu kuning usai selebrasi, Totti tidak menerima hukuman apapun dari wasit.

Meski menjadi viral, tidak semua fans Roma menyukai selebrasi Totti. Tidak sedikit yang menyebut tindakan Totti tidak berkelas. Apapun itu, semua itu menjadi warna dari kiprah seorang legenda. Pemain yang hingga kini masih menyandang rekor pemain dengan penampilan terbanyak di Derby della Capitale dengan 44 laga. Pemain yang masih menjadi pencetak gol terbanyak Derby della Capitale sepanjang masa dengan 11 gol.

Dan kini selebrasi Totti menjadi salah satu yang paling ikonik sepanjang masa.

AS Roma akan menjamu Lazio pada lanjutan Serie A, Minggu (26/1) tengah malam WIB. Roma saat ini berada di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan raihan 38 poin. Sedangkan Lazio yang unggul tujuh poin dari Roma berada di tangga ketiga.