BolaSkor.com - 4 September 1982, Diego Maradona memulai kariernya di Barcelona. Saat itu Maradona dianggap sebagai pemain terbaik dunia yang sedang naik daun meski terbilang muda.

Gagal bersama Argentina di Piala Dunia 1982, dunia mulai menyaksikan aksi Maradona yang selama ini disebut sebagai calon pemain besar. Penampilan pada Piala Dunia 1982 di Spanyol membuat banyak klub dunia melirik, termasuk Barcelona.

Saat itu Barcelona baru saja ditinggalkan Johan Cruyff dan sang presiden Josep Lluis Nunez berambisi menjadikan Barcelona sebagai entitas sepak bola terbesar dunia. Nunez menjadi presiden Barca pada 1978. Kesalahan manajemen di era sebelumnya menjerumuskan Barcelona ke krisis finansial.

Baca Juga:

Ketika Pablo Escobar Menyuntikkan Narkoba ke Sepak Bola Kolombia

Ketika Pindah ke Wembley Menjadi Bumerang bagi Arsenal

Copa America 2011, Uruguay Pecahkan Rekor Ketika Argentina dan Brasil Melempem

Kesulitan ini yang membuat Nunez menyusun cetak biru memaksimalkan pemain produksi sendiri. Usaha Nunez memprioritaskan pengembangan pemain akademi sendiri mulai berbuah manis. Dengan mengandalkan pemain produk sendiri Barcelona berhasil menabung banyak dana. Kini saatnya menggelontorkan dana tersebut untuk melangkah menjadi klub terbesar dunia. Satu nama muncul: Diego Armando Maradona.

Pada 28 Mei 1982, Barcelona berhasil menggaet Maradona dengan benderol 5 juta poundsterling, yang merupakan rekor pembelian saat itu. Barcelona bergerak cepat dengan menawarkan bayaran tinggi karena saat itu tersiar kabar Juventus juga sedang berusaha mendapatkan Maradona. Pada akhirnya, Barcelona yang berhasil menggaet Maradona dan Juventus mengalihkan pilihan kepada Michel Platini.

Maradona tiba di Barcelona pada 4 Juni 1982 dan secara formal menandatangani kontrak. Penampilan Maradona di Piala Dunia 1982 sejatinya bisa menjadi gambaran bagi Barcelona, betapa sulitnya meladeni pemain yang punya karakter meledak-ledak ini. Sempat ada keraguan ketika Maradona diusir wasit karena menendang Joao Batista da Silva saat laga melawan Brasil di Piala Dunia. Namun Barcelona sudah memantabkan pilihan.

Benar saja, di awal keberadaan Maradona, suasana di ruang ganti Barcelona memanas. Pelatih Barca kala itu Udo Lattek tidak senang dengan kelakuan Maradona yang acap membawa rombongan tiap kali berlatih. Lattek kesal karena seiring waktu rombongan yang dibawa Maradona semakin banyak, dari pelatih pribadi, juru foto pribadi, hingga sopir dan pengawal pribadi.

Carrete Bikin Maradona Kering

Pada 4 September 1982, Maradona melakoni debutnya sebagai pemain Barcelona dalam laga melawan Valencia di Stadion Mestalla. Semua mata menuju ke pertemuan antara dua pemain hebat Argentina, Maradona vs Mario Kempes.

Maradona memang berhasil menandai debutnya dengan sebuah gol, namun Barcelona harus pulang dengan membawa kekalahan 1-2. Sebelum laga, mata publik mengarah pada pertarungan Maradona melawan Kempes. Tapi di atas lapangan nama Jose "Pepe" Carrete, bek Valencia, yang mencuat.

Carrete disebut sukses membuat Maradona merana pada laga debutnya bersama Barcelona. Usai laga Carrete naik daun. Bahkan kemudian 4 September 1982 dikatakan sebagai El dia que Carrete seco a Maradona atau hari saat Carrete mengeringkan Maradona.

Sebelum laga dimulai, Maradona berfoto bersama Mario Kempes dengan senyum besar menghiasai wajahnya. Tapi saat laga dimulai, senyuman tersebut sontak lenyap. Carrete sama sekali tidak memberi Maradona ruang bernapas. Pepe Carrete ingin memastikan Maradona tidak menikmati debutnya. Meski berhasil membuat gol, dipastikan Maradona tidak mengingat sisa laga debutnya.

"Pelatih mengatakan, jika dia meninggalkan lapangan, saya harus terus mengikutinya. Saya tidak akan meninggalkannya," ujar Carrete kepada Las Provincias pada 11 Desember 2017.

"Pelatih mengatakan, Pepe, kita akan bermain sepuluh melawan sepuluh. Kamu urus Maradona. Kalo dia meninggalkan lapangan, kamu ikut."

Akan tetapi Maradona tetaplah Maradona. Selepas laga Valencia, dia mencetak lima gol lagi di 12 penampilan berikutnya sembari memberikan assist untuk dua gol kemenangan El Clasico di Estadio Santiago Bernabeu.

Namun, pada Desember Maradona terkena hepatisis dan cedera kemudian mempengaruhi waktunya di Camp Nou. Hubungan tidak harmonis dengan klub dan pelatih sama sekali tidak membantunya. Alhasil karier Maradona di Barca tidak pernah mencapai puncaknya. Setelah dua tahun dan mencetak 38 gol dalam 58 penampilan, Maradona meminta klub menjualnya pada 1984. Pada 5 Juli 1984 Maradona diperkenalkan Napoli sebagai pemain baru mereka.