BolaSkor.com - "Setiap kalah saya pasti nangis, maunya menang. Juara itu dilahirkan tidak hanya oleh bakat, tetapi kemauan. Bakat tanpa kemauan sulit, kemauan tanpa bakat juga tidak maksimal," - Susy Susanti.

Susy Susanti, nama yang tidak asing bagi pencinta bulu tangkis. Tak hanya di Indonesia, tetapi seluruh dunia. Sejarah mencatat nama Susy sebagai pemenang medali emas pertama tunggal putri Olimpiade.

Prestasi itu diraih oleh Susy saat tampil di Olmpiade 1992 di Barcelona. Datang dengan status peringkat satu dunia, rupanya jalan panjang dilaluinya untuk membuat Sang Merah Putih berkibar podium.

"Itu pertama kali bulu tangkis dipertandingkan di Olimpiade. Waktu itu kami disiapkan secara matang. Kesempatan mendapatkan medali cukup besar karena jaya bulu tangkis di semua sektor," kenang Susy saat dihubungi BolaSkor.com lewat pesan suara.

Baca Juga:

Nostalgia: Olimpiade 1992 dan Cinta Pertama Indonesia di Barcelona

Susy Susanti Sebut Kriteria Pemilihan Tim Piala Thomas dan Uber 2020

Susy Susanti

"Persiapan dimulai, program sejak saya junior. Saya masuk pelatnas tahun 1986 dan juara junior. Dari situ mulai planning untuk menuju 1992 ketika saya usia 15 tahun, jadi persiapan 6 tahun," lanjutnya.

Indonesia dan bulu tangkis merupakan suatu kesatuan. Bahkan, New York Times sampai menyebut Indonesia sebagai negara bulu tangkis beberapa waktu lalu.

Alhasil, harapan besar dan beban hadir di pundak Susy sebagai andalan di sektor ganda putri. Hal itu yang menyebabkan wanita asal Tasikmalaya, Jawa Barat, tampak emosional saat pengalungan medali.

"Ada kata-kata saya harus menang. Harus loh, kalau juara dua sudah jelek sekali saat itu. Setiap pertandingan itu saya harus. Saya sampai takut bertemu orang," kata Susy sambil tertawa.

"Jadi keharusan saya memenangi tiap pertandingan. Kalau ketemu orang dibilang harus emas ya, begitu. Belum wartawan, belum pejabat. Ada plus minus ya dari situ," tambahnya.

Perjalanan Susy menuju final berjalan mulus. Praktis, tidak ada satu pun gim yang lepas dari tangannya sebelum laga puncak. Susy menilai hal itu disebabkan persiapannya yang cukup bagus.