Stoke - Minta izin tak bisa bermain pada pelatih karena alasan tertentu merupakan hal biasa. Namun menjadi tidak wajar bila permintaan itu hanya disampaikan lewat pesan teks.

Inilah yang baru dilakukan striker Stoke City, Kenwyne Jones. Sabtu (11/1) malam kemarin, penyerang asal Pantai Gading ini menghubungi manajer Mark Hughes lewat pesan teks, untuk menyampaikan tidak bisa hadir di Britannia Stadium saat Stoke menjamu Liverpool pada esok harinya.

Jones yang kontraknya tersisa enam bulan lagi, juga tak hadir pada sesi makan siang tim di base camp Stoke di Clayton Wood. Akibat ulahnya ini, mantan pemai Sunderland tersebut dijatuhi hukuman berupa pemotongan gaji selama dua minggu, totalnya 80.000 Poundsterling atau mencapai Rp 1,55 miliar.

Kegeraman Hughes terhadap Jones tampak jelas pada sesi temu media pasca pertandingan yang dimenangkan Liverpool dengan skor 3-5 tersebut. Ketika menjawab pertanyaan ke mana Jones, penyerang Manchester United era 1988–1995 hanya menjawab singkat, “tidak bisa main.”

Menurut laporan Daiy Mail, Hughes dan chief executive Stoke, Tony Scholes, sudah memanggil Jones usai sesi latihan Senin (13/1). Rumor yang beredar menyebut Jones sudah tidak kerasan di Stoke dan segera hijrah ke Everton. Belum ada laporan resmi terkait hal ini.