BolaSkor.com - Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, mengungkapkan kisahnya membangkitkan Manchester United dari keterpurukan. Solskjaer menilai, The Red Devils punya beberapa catatan miring pada masa awal kepelatihannya.

Penampilan Manchester United semakin membaik. Meski sempat terseok-seok pada awal musim, namun kedatangan rekrutan yang tepat membuat The Red Devils bisa merangkak ke posisi yang lebih baik.

Saat ini, David de Gea dan kawan-kawan hanya terpaut tiga poin dari zona Liga Champions. Manchester United juga tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir.

Baca Juga:

Nani Ungkap Betapa Kompetitifnya Cristiano Ronaldo Termasuk saat di Rumah

Wayne Rooney Ingin Paul Pogba Mencontoh Frank Lampard

Minim Kesempatan Tampil di Juventus, Aaron Ramsey Disarankan Menuju Manchester United

Ole Gunnar Solskjaer

Untuk mencapai kinerja saat ini, Ole Gunnar Solskjaer mengerjakan banyak pekerjaan rumah. Apalagi, Man United dihuni pemain bintang yang punya ego sendiri.

"Kepribadian sangat penting. Anda ingin pemain memiliki sedikit ego dan keunggulan, namun mereka harus beradaptasi," jelas Solskjaer kepada Fanzine United We Stand.

"Pada Maret 2019, para pemain lelah secara fisik, mental, dan mengalami cedera. Pemain kami memulai dengan pemikiran negatif, sedangkan sekarang berpikir positif," sambungnya.

"Ada hal-hal lain yang tidak saya sukai pada musim lalu. Beberapa di antaranya adalah menyangkut agenda pribadi yang tidak bisa diselesaikan hingga musim panas."

Solskjaer mengingatkan, para pemain Man United harus legawa jika tidak mendapatkan kesempatan tampil reguler. Menurutnya, yang terpenting adalah pemain siap tempur saat diminta tampil. Solskjaer merasa, Manchester United tidak punya pemain yang menjadi biang kerok.

Selain itu, Solskjaer merasa dirinya adalah sosok yang tepat untuk membawa Manchester United ke jalur prestasi. Solskjaer mengaku sudah mengetahui The Red Devils luar dalam karena menjadi bagian dalam waktu yang lama.

"Saya adalah seorang pemain Manchester United. Man United sangat penting bagi saya. Saya adalah ikon Man United," terang sang manajer.

"Saya ingin yang terbaik untuk Manchester United dalam jangka waktu yang panjang. Saya ingin mereka berpikir saya adalah orang yang memiliki kepribadian dalam mengelola Manchester United."