BolaSkor.com - Dampak pandemi virus corona yang sudah menghentikan sepak bola dunia selama bulan terakhir sangatlah signifikan. Klub-klub besar saja bisa terkena dampak besar darinya, apalagi klub-klub kecil dengan kemampuan finansial terbatas dan sorotan yang kurang kepada mereka.

Hal itu bisa terlihat pada tim dari divisi tiga Liga Portugal (Campeonato de Portugal) Olhanense. Sepanjang musim mereka sudah berjuang habis-habisan untuk promosi ke divisi dua (LigaPro) dan saat ini menempati klasemen grup D.

Pada awal regulasinya dua klub terbaik dari masing-masing grup divisi tiga akan lolos ke fase play-off untuk merebutkan tiket promosi. Akan tapi Covid-19 mengubah aturan itu dan hanya dua klub terbaik dari divisi tiga yang promosi.

Baca Juga:

Sami Khedira Ungkap Alasan Cristiano Ronaldo Layak Disebut Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah

PSG Ingin Bajak Cristiano Ronaldo dari Juventus

Cristiano Ronaldo Nikmati Rivalitasnya dengan Lionel Messi

Alhasil Olhanense kalah perolehan poin dari Vizela dan Arouca meski memuncaki klasemen grup. Tak ayal Olhanense mengambil sikap atas kekecewaan dan ketidakadilan yang mereka terima.

"Kami telah mengajukan banding kepada Dewan Keadilan Federal dalam kurun waktu dari keputusan resmi itu, kami menanti jawaban dan berniat melanjutkan kompetisi. Kami juga meminta tindakan untuk menunda awalan musim depan," ucap Andrea Papadia, Presiden Olhanense.

"Bagi kami pilihan itu tidak obyektif atau transparan dan bentuk diskriminasi, mengingat liga dibagi per wilayah dengan level persaingan kompetitif dan peringkat berbeda."

Olhanense juga telah mengajukan protes kepada Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) terkait masalah tersebut. Situasi semakin pelik karena FPF juga tebang pilih dalam memulai kembali sepak bola di tengah pandemi virus corona.

Olhanense

Alih-alih memainkan play-off di divisi tiga mereka lebih memilih mengubah aturan, plus lebih mementingkan Primeira Liga - divisi satu Liga Portugal - yang dinilai dapat memulai kembali sepak bola dengan protokol dan aturan baru.

Parahnya lagi FPF juga diklaim Papadia membungkam protes dari tim-tim LigaPro dengan memberikan mereka uang untuk menutupi kerugian. Mereka melakukan protes karena ingin bermain kembali.

"Itu mengganggu kami bahwa segera setelah penundaan liga mereka mengatakan kepada kami setiap hari untuk tidak membebaskan tim karena mereka akan memainkan play-off, tetapi setelah satu setengah bulan ada pertemuan yang sangat anomali antara presiden Porto, Benfica dan Sporting yang saya duga, bahkan jika pasti saya meminta pemerintah untuk pertemuan, bahwa tiga klub mendesak untuk kembali bermain," terang Papadia.

"Mereka diminta untuk hanya memainkan tanggung jawab Primeira Liga untuk mengikuti protokol, sehingga mengorbankan Segunda (LigaPro) dan Terceira untuk meminimalkan risiko."

"Pada hari-hari berikutnya, klub-klub Segunda Liga mulai memprotes karena mereka ingin kembali bermain, tetapi Federasi datang dengan menyiapkan dana khusus bagi klub-klub ini untuk menutupi pengeluaran mereka."

"Tim Segunda dengan dana yang diterima berjalan dengan baik, ide untuk tidak kembali bermain, dan protes pun berhenti. Keheningan mereka telah terbeli. Kami akan melanjutkan proses pertemuan ini untuk merekonstruksi fakta."

Meminta Bantuan Legenda, Ikon Sepak Bola Portugal: Cristiano Ronaldo

Segala macam cara dilakukan Olhanense untuk menuntut keadilan di Portugal hingga menempuh cara yang unik: mengirim surat khusus kepada ikon dan legenda sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo.

Megabintang Juventus itu diharapkan bisa membantu usaha Olhanense promosi ke LigaPro. Begini isi lengkap suratnya:

Surat Olhanense untuk Cristiano Ronaldo

"Kapten yang terkasih, kami para pemain Sporting Club Olhanense, klub dengan sejarah 108 tahun berkompetisi di divisi tiga Liga Portugal."

"Kami memutuskan menulis surat ini kepada Anda karena Anda adalah dewa sepak bola Portugal dan sumber inspirasi untuk siapa pun yang bermain sepak bola."

"Mitos Cristiano Ronaldo setiap hari menginspirasi dan menjadi sumber semangat buat semua anak yang bermain di jalanan Portugal. Nama Cristiano Ronaldo membangun harapan untuk anak-anak dan membantu pemain profesional bekerja lebih keras untuk menjadi lebih baik."

"Begitu juga kami, yang bermain di liga keci, secara konstan terinspirasi usaha dan kepahlawanan Anda. Karier Anda yang luar biasa, pencapaian target dan kemenangan-kemenangan bersejarah adalah hasil dari bakat Anda, dikombinasikan dengan dedikasi total dan pengorbanan."

"Kami yakin Anda akan bisa membayangkan perasaan kami saat ini. Menghadapi semua kesulitan yang yang melekat dalam sepak bola semi profesional, kami telah bekerja sejak hari pertama musim ini dengan satu tujuan: untuk mencapai divisi lebih tinggi dan akhirnya menjadi pemain profesional, mengikuti contoh Anda."

"Kami bekerja keras, mencetak banyak gol dan memuncaki klasemen karena tahu jalan ke divisi dua hanya bisa didapatkan jika kami berada di posisi dua besar klasemen."

"Kemudian aib ini datang dari COVID-19 dan diputuskan bahwa kami tidak bisa bermain lagi. Beberapa hari kemudian, FPF, secara absurd memutuskan mengubah peraturan promosi. Kami berakhir di tempat pertama, tetapi kami tidak naik divisi seperti tim lain di kejuaraan yang sama."

"Semua impian kami, hasrat kami, dan kepercayaan diri kami mati pada hari ketika keputusan yang tidak dapat dijelaskan ini keluar."

"Anda tahu lebih baik daripada yang lain, Kapten, bahwa tanpa kepercayaan pada sepak bola, semakin sedikit pahlawan yang akan lahir. Tanpa pahlawan, masa depan anak-anak kita akan menjadi buruk."

"Tolong bantu kami, Kapten, bantu kami untuk percaya bahwa kami dapat mencapai keadilan dan tidak hidup dalam iklim ketidakpercayaan."

Surat itu dibenarkan oleh Papadia. "Ini ide dari para pemain. Kami setiap pekan bertemu (virtual) dengan kapten-kapten tim, mereka merasa dihukum setelah pengorbanan dan investasi yang dilakukan. Para pemain ingin bersuara dan dari ide itu muncul tulisan untuk Ronaldo."

Ronaldo belum menjawab surat itu namun Papadia mengonfirmasi adanya bantuan dari pemain berusia 35 tahun itu. Ronaldo memberikan bantuan sebesar satu juta euro kepada klub-klub di divisi bawah sepak bola Portugal di tengah pandemi.

"Dia belum membuat dirinya didengar, tetapi di Portugal Ronaldo mewakili mimpi, siapa pun yang mulai bermain mengejar mitosnya. Dia selalu menunjukkan solidaritas dengan sepak bola amatir atau amatir, selama keadaan darurat dia mengalokasikan satu juta euro untuk membantu klub dan pemain dalam kategori ini," imbuh Papdia

"Ini adalah simbol protes para pemain, permintaan untuk mengatasinya serta mediasi juga mengikuti logika ini," lanjut dia.

Andrea Papadia

Olhanense juga memiliki relasi kuat dengan Italia meski mereka berasal dari Portugal. Papadia adalah mantan pemain Bologna. Selain itu sejak musim 2013-14 Olhanense memiliki tradisi kuat Italia dari budaya yang dibawa Presiden klub sebelumnya sampai saat ini. Proyek jangka panjang pembangunan Olhanense kini telah berusia tujuh tahun.

"Olhanense memiliki tradisi Italia sejak 2013-14, ketika diambil alih oleh konsorsium Italia pertama di Primeira Liga, dengan Igor Campedelli, Nicola Pecini dan Massimo Michelis sebagai pemegang saham perusahaan," terang Papadia.

"Tim terdegradasi dan proyek mulai mengalami kesulitan kemudian Luigi Agnolin mengambilalih, mantan wasit, yang setelah beberapa tahun di Segunda terdegradasi lagi. Agnolin sakit dan kami masuk pada November 2018, dan setelah fase penyelesaian kami mengambil alih," urai dia.