BolaSkor.com - Olimpiade biasanya selalu menghadirkan beragam cerita menarik. Termasuk, kisah dari mereka yang berasal dari negara konflik.

Olimipade Tokyo 2020 juga menghadirkan kisah yang sama. Kali ini, cerita penuh inspirasi datang dari atlet tenis meja asal Suriah, Hend Zaza.

Tak hanya berasa dari negara di mana perang tengah berkecamuk, Zaza juga atlet termuda di Olimpiade Tokyo 2020. Usianya baru menginjak 12 tahun.

Di usia yang begitu muda, Zaza sudah memulai debutnya pada pesta olahraga terbesar. Ia juga menjadi pembawa bendera Suriah pada pembukaan Olimpiade Tokyo 2020.

Perjalanan Zaza di ajang empat tahunan tersebut memang tidak jauh. Ia langsung kalah dari atlet senior, Liu Jia, pada babak perdana dengan skor 4-11, 9- 11, 3-11, 5-11.

Hasil tersebut tak terlalu dipikirkan Zaza. Keberadaanya di Olimpiade Tokyo 2020 sudah membuktikan bahwa usia dan situasi tak menghalangi mimpi.

Baca Juga:

Windy Cantika: Pemecah Rekor Dunia dan Perebut Medali Olimpiade

Olimpiade Tokyo 2020: Indonesia Pecah Telur Lewat Windy Cantika

“Selama lima tahun terakhir saya telah melalui banyak pengalaman berbeda, terutama ketika ada perang yang terjadi di seluruh negeri, dengan penundaan pendanaan untuk Olimpiade, dan itu sangat sulit,” ujar Zaza dikutip dari People.

“Tetapi saya harus berjuang untuk itu dan ini adalah pesan saya kepada semua orang yang ingin memiliki situasi yang sama. Berjuang untuk impian Anda, berusaha keras, terlepas dari kesulitan yang Anda alami, dan Anda akan mencapai tujuan Anda,” imbuhnya.

Di usia yang baru 12 tahun, Zaza masih punya banyak kesempatan untuk menggapai mimpi merebut medali emas di Olimpiade. Selain itu, Zaza juga berambisi melanjutkan sekolah dan menjadi apoteker atau pengacara.

Apresiasi juga diberikan Liu kepada Zaza. Sebelum pertandingan, Liu sebetulnya sempat tertekan karena harus menghadapi lawan yang usianya jauh di bawah.

“Ada orang yang harus menghadapi kesulitan. Mereka ini luar biasa, sungguh tak mudah bagi mereka. Zaza juga masih kecil, mengikuti Olimpiade pada usia 12 tahun, dalam hati, saya sungguh mengaguminya," ujar Liu.