BolaSkor.com - Olimpiade Tokyo 2020 punya nilai penting bagi seorang Takefusa Kubo. Selain akan tampil di kandang sendiri, ajang ini juga bisa menjadi momen kebangkitan sang Messi Jepang.

Kubo memang termasuk ke dalam 22 pemain yang akan memperkuat Jepang di Olimpiade Tokyo 2020. Pemain berusia 20 tahun itu bahkan menjadi salah satu tumpuan di lini depan.

Ambisi tinggi tak ragu diusung oleh Kubo. Ia bertekad membawa Jepang meraih prestasi tertinggi.

Baca Juga:

Keunikan Olimpiade Dibanding Turnamen Sepak Bola Lain

Gengsi Olimpiade di Mata Pesepak Bola Dunia

5 Negara Tersukses dalam Sejarah Cabor Sepak Bola Olimpiade

Takefusa Kubo

“Saya pergi ke Olimpiade dengan niat untuk menang. Meskipun saya tidak berpikir bahwa menang akan menutup kesenjangan antara Jepang dan dunia," kata Kubo dilansir dari Goal.

"Saya ingin kami memiliki turnamen yang akan mengejutkan dunia."

Sebagai tuan rumah, Jepang memang berpotensi membuat kejutan di Olimpiade 2020. Meskipun mereka tidak akan mendapat dukungan langsung dari suporter.

Setidaknya, para pemain Jepang sudah beradaptasi dengan cuaca dan lapangan. Hal ini diyakini memberi perbedaan besar terutama saat berhadapan dengan negara-negara Eropa.

Bukan tanpa alasan Kubo memasang target tinggi di Olimpiade. Ia berharap penampilan apiknya di turnamen ini bisa menyelamatkan kariernya yang mulai tak menentu di Real Madrid.

Madrid seolah menyia-nyiakan bakat besar Kubo. Sang pemain harus menjalani masa peminjaman ke tiga klub berbeda sejak diboyong pada 2019 silam.

Hal itu tentu membuat Kubo kesulitan menunjukkan kualitas terbaiknya. Padahal julukan Messi Jepang tidak sembarangan diberikan kepadanya.

Gaya permainan Kubo memang sangat mirip dengan Messi. Apalagi ia juga berkaki kidal yang sama dengan megabintang Argentina tersebut.

Kubo sadar betul Olimpiade Tokyo 2020 bisa menjadi batu loncatan kedua dalam kariernya. Andai masih diabaikan Madrid, setidaknya ada klub lain yang mau memakai jasanya.

"Saya pikir kemenangan akan menjadi daya tarik bagi dunia, baik untuk saya maupun sebagai sebuah tim," tambahnya.

Jepang tergabung di grup A bersama Afrika Selatan, Meksiko, dan Prancis. Hanya dua tim yang berhak melaju ke fase gugur.

Pada Olimpiade sebelumnya, langkah Jepang harus terhenti di fase grup. Sementara prestasi terbaik Negeri Sakura adalah menjadi semifinalis pada edisi 2012.