BolaSkor.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky, tekankan agar para atlet bulu tangkis yang mewakili Indonesia untuk selalu menjaga kesehatan. Sebab pada Olimpiade Tokyo 2020, musuh yang dihadapi bukan saja atlet dari negara lain, tetapi juga virus Covid-19.

Seperti diketaui, saat ini virus Covid-19 telah menjadi ancaman yang cukup mematikan. Hal ini dibuktikan dengan kasus Covid-19 yang semakin meningkat. Bahkan tercatat hingga kini telah terjadi sebanyak 185 juta kasus Covid-19 di dunia dengan tingkat kematian mencapai angka empat juta orang.

Hal ini membuat atlet bulu tangkis Indonesia dihadapkan dengan ancaman baru saat menghadapi Olimpiade. Sebab mereka tidak hanya harus melawan atlet-atlet dari luar negeri saja, tetapi juga harus bertempur melawan virus Covid-19.

Melihat hal ini, Rionny dengan tegas mengingatkan para atlet bulu tangkis Indonesia untuk selalu menjaga kesehatannya. Jangan sampai atlet bulu tangkis Indonesia justru terpapar virus Covid-19 saat menjalani pertandingan.

Baca Juga:

Gregoria Ingin Ukir Tinta Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Kevin/Marcus Ingin Jalani Olimpiade Tokyo 2020 dengan Santai

“Ingat kita berjuang, tetapi jangan lupa jaga kesehatan. Harus berdoa juga karena sekarang tidak ada yang tahu situasi secara pasti. Kita harus yakin dan tekun berdoa. Ini yang saya sampaikan kepada mereka,” jelas Rionny.

Hal ini diutarakan juga dua pebulu tangkis yang mewakili Indonesia pada Olimpiade, Anthony Sinisuka Ginting dan Melati Daeva Oktavianti. Keduanya melihat pada event kali ini, kesehatan menjadi faktor yang penting juga di samping performa dan skill

“Di saat pandemi, selain menjaga protokoler juga harus selalu berdoa karena kita tidak bisa melihat virus yang menjadi lawan kita nanti. Memang sebelumnya sudah ada pengalaman melakukan pertandingan di kala pandemi saat di Thailand, tetapi tetap harus berdoa,” ucap Ginting.

“Kita harus berserah diri kepada Tuhan dan tetap menjaga protokoler. Intinya selalu berserah diri (saat pertandingan nanti),” sambung Melati.

Penulis: Bintang Rahmat