BolaSkor.com - Gelandang serang Arsenal Mesut Ozil sudah memasuki tahun ketujuhnya memperkuat The Gunners. Sebelum membela Arsenal Ozil pernah memperkuat Schalke (2006-2008), Werder Bremen (2008-2010), dan Real Madrid (2010-2013).

Bersama Real Madrid itulah nama Ozil populer di Eropa. Di bawah arahan Jose Mourinho Ozil membantu El Real memenangi titel LaLiga ke-32 klub pada musim 2011-12, lalu di musim berikutnya memberikan 29 assists - 26 di LaLiga.

Musim 2012-13 menjadi musim terbaik Ozil dari segi penampilan dan kontribusi besar untuk tim meski Madrid hanya meraih Piala Super Spanyol kala itu. Tiga tahun karier Ozil di Real Madrid cukup berkesan.

Ozil, dikutip dari Marca, sempat berpikir akan bergabung dengan Barcelona pada 2010 setelah Piala Dunia. Akan tapi Ozil melihat Jose Mourinho lebih menginginkannya di Madrid ketimbang Pep Guardiola di Barcelona.

Baca Juga:

Arteta Bisa Membangun Skuat Arsenal dengan Berpusat kepada Mesut Ozil

Marco Materazzi Ungkap Rahasia Kesuksesan Inter Milan Era Jose Mourinho

Sah, Real Madrid Ikuti Barcelona dan Atletico Madrid Pangkas Gaji Pemain

Jose Mourinho

"Saya pikir saya akan bergabung dengan Barcelona, tetapi sepertinya Guardiola benar-benar tidak menginginkan saya. Ketidakhadirannya membuat saya curiga - mereka mengatakan dia sedang berlibur," tutur Ozil.

"Mourinho sangat meyakinkan, ramah dan bersikeras. Dia benar-benar berbanding terbaik dari pelatih Barcelona. Jadi, saya memutuskan untuk pergi bersama Jose Mourinho dan Real Madrid."

Pada awalnya hubungan Ozil dengan Mourinho bak menjalani bulan madu. Ozil senang bisa bergabung dengan tim yang pernah dibela idolanya Zinedine Zidane (kini jadi pelatih Madrid).

"Saya benar-benar tegang tapi juga bahagia dan bersyukur karena Real Madrid klub yang besar. Saya bermimpi bermain di sini karena idola saya Zinedine Zidane bermain di sini," imbuh Ozil.

Aura positif itu seketika berubah menjadi negatif di tahun Mourinho melatih Madrid - uniknya periode Mourinho sama dengan Ozil (tiga tahun). Perpecahan internal terjadi. Ada yang mendukung Mourinho dan ada juga yang menentangnya seperti Sergio Ramos, Iker Casillas, dan Ozil.

Keretakan Mourinho dan Ozil terjadi di jeda paruh pertama laga melawan Deportivo La Coruna. Mourinho mengkritik gaya main Ozil yang terlalu banyak memberikan operan dan Ozil menggambarkan situasi tersebut.

"Dia menghentikan saya. Dia menatap saya dengan mata coklat gelapnya. Saya mundur ke belakang. Itu seperti halnya yang dilakukan petinju sebelum pertandingan dimulai. Dia menanti respons saya. Saya benci dia kala itu, meski pun saya mencintainya di realita," ucap Ozil.

Suasana semakin panas hingga akhirnya Ozil kesal dan meminta Mourinho bermain sendiri mengenakan jersey Madrid. The Special One tak begitu saja menurunkan temponya hingga menyebut Ozil pengecut dan menyuruhnya mandi.

Ozil meninggalkan ruang ganti pemain dan masuk ke kamar mandi. Kejadian itu menjadi titik balik hubungan keduanya di Madrid hingga akhirnya Ozil ke Arsenal dan Mourinho melatih Chelsea di periode kedua. Akan tapi setelahnya Ozil meminta maaf kepada rekan setimnya karena telah bersikap egois.