BolaSkor.com - Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, meladeni perang kata yang dimulai oleh Maurizio Sarri, pelatih Juventus, setelah kedua tim memainkan pekan tiga Serie A 2019-20. Conte tidak segan meladeninya meski itu berpotensi memengaruhi hubungannya dengan Bianconeri.

Conte, 50 tahun, merupakan legenda bagi Bianconeri karena dia mantan kapten tim dan pemain pada medio 1991-2004. Selain itu, Conte juga pernah melatih Juventus pada periode 2011-2014 dan mempersembahkan tiga Scudetto.

Tak ayal pilihannya untuk melatih Nerazzurri musim ini membuat fans Juventus kesal kepadanya. Kendati demikian dari sudut pandang sepak bola dan karier kepelatihan, kualitas Conte memang tidak diragukan lagi dan hal ini bisa dilihat dari tiga laga awal Serie A.

Inter menyapu bersih tiga kemenangan beruntun kontra Lecce (4-0), Cagliari (2-1), dan Udinese (1-0). Sementara Juventus imbang tanpa gol kontra Fiorentina setelah menang 1-0 melawan Parma dan 4-3 kontra Napoli.

Baca Juga:

Hasil Liga-liga Eropa: Manchester City Kalah, Barcelona Menang Telak

Dikudeta Inter Milan, Juventus Kehilangan Tampuk Klasemen untuk Kali Pertama setelah 560 Hari

Fiorentina 0-0 Juventus: Tuah Franck Ribery dan Kegagalan Bianconeri Raih Tiga Poin di Artemio Franchi

Antonio Conte dan Maurizio Sarri

Sarri mengeluhkan hasil imbang itu dengan dalih laga yang berlangsung petang hari waktu Italia. Kesulitan pemainnya bisa dilihat dari cederanya Danilo, Miralem Pjanic, dan Douglas Costa.

"Kami tidak menampilkan kualitas bermain dengan baik, situasinya sangat rumit, karena Fiorentina bermain baik dan kami menggunakan seluruh pergantian karena cedera-cedera pemain dan kami tak punya pemain baru lagi untuk dimainkan," ucap Sarri kepada Sky Sport Italia.

"Dengan segala variasi itu, kami tampil baik dari segi karakter untuk mendapatkan poin. Kami terlalu sering kehilangan penguasaan bola, yang menjadi konsekuensi masalah fisik. Bermain di petang hari di Florence, ketika saat ini masih musim panas menyulitkan semuanya."

Conte, pada konferensi pers setelah laga melawan Udinese, merespons keluhan Sarri. Menurutnya, Sarri tak seharusnya mengeluh karena saat ini melatih tim terbaik (dibanding tim-tim sebelumnya).

"Saya tak ingin mengatakan apapun, jika tidak maka kami akan mulai membandingkan sumber daya dan keseimbangan finansial," ucap Conte seraya tersenyum, dikutip dari Football-Italia.

"Seseorang harus tenang karena dia saat ini melatih tim yang kuat," sindir eks pelatih timnas Italia dan Chelsea tersebut.

Disinyalir maksud ucapan dari Conte itu berkaitan dengan Sarri kala ia melatih Napoli pada medio 2015-2018. Saat itu, Sarri mengeluhkan jadwal Juventus yang dianggapnya selalu bertanding setelah Napoli dan ini tidak menguntungkan timnya dalam perburuan Scudetto.

Sarri, 60 tahun, juga pernah berucap bahwa Napoli tidak bisa bersaing dengan Juventus dari sisi kemampuan finansial. Kini situasi sudah berbalik 180 derajat. Sarri yang tadinya melawan Juventus, kini melatih mereka untuk meraih titel pada tim yang diperkuat Cristiano Ronaldo.