BolaSkor.com - Pandemi virus corona tidak hanya menghentikan sepak bola secara global tapi juga memberikan dampak besar kepada finansial klub. Klub dengan pasaran tinggi di dunia dan prestisius seperti Manchester United pun terkena dampaknya.

CEO Manchester United, Ed Woodward mengumumkan hasil finansial mereka selama tiga bulan yang berakhir pada akhir Maret. Hasilnya pun cukup mengejutkan. Utang Red Devils arahan Ole Gunnar Solskjaer membengkak.

Utang Man United membengkak dari 127,4 juta poundsterling menjadi 429,1 juta poundsterling atau Rp7,7 triliun rupiah. Hal itu terjadi lantaran tidak adanya pemasukan dari penjualan tiket, merchandise, hak siar televisi dari laga sepak bola. Perubahan nilai tukar mata uang dari poundsterling ke dolar Amerika Serikat juga memengaruhinya.

Baca Juga:

Ole Gunnar Solskjaer Ungkap Cerita Jatuh Bangun Bangkitkan Manchester United

Manchester United Kembali Berlatih, Harry Maguire Merasa di Zona Nyaman

Peran Penting Park Ji-sung di Manchester United Selain Magnet Suporter Asia

Pendapatan pada perempat tahun Man United menurun dari angka 28,4 juta poundsterling menjadi 123,7 juta poundsterling. Tanpa adanya hak siar televisi pertandingan juga menyebabkan penurunan sebesar 27,8 juta dan 2,6 juta poundsterling.

Satu-satunya peningkatan datang dari komersil yang meningkat dari 2 juta hingga 68,6 juta poundsterling karena perjanjian dengan sponsor. Man United berharap bisa mendapatkan pemasukan sebesar 20 juta poundsterling apabila Premier League dilanjutkan dan berakhir nanti.

Ed Woodward pun mengingatkan akan potensi utang yang semakin bertambah dan pengaruhnya ke finansial United apabila pandemi Covid-19 masih terus berlanjut.

Ed Woodward

"Mencerminkan dampak parsial pandemi pada klub, sementara dampak yang lebih besar akan berada di kuartal saat ini dan kemungkinan melampaui," tutur Woodward dikutip dari Guardian.

“Masih ada tantangan besar ke depan, dan untuk sepak bola secara keseluruhan, dan aman untuk mengatakan itu tidak akan menjadi 'bisnis seperti biasa' untuk beberapa waktu ke depan."

"Kami tetap menjadi salah satu tim paling populer dalam olahraga global yang paling banyak diikuti dan telah menciptakan basis keuangan yang kuat dengan aliran pendapatan yang beragam."

"Namun, dampak pandemi sekarang dirasakan secara luas di seluruh komunitas sepak bola, tidak hanya oleh klub tetapi juga oleh para pemain, pendukung, penyiar, sponsor dan banyak pemegang saham lainnya."

"Kami harus menyadari bahwa krisis ini tidak akan hilang dalam semalam dan bahwa dunia yang muncul akan berbeda dari bagaimana sebelumnya," terang Woodward.

Kendati demikian Woodward juga menegaskan bahwa United akan tetap melanjutkan proyek jangka panjang dalam pembangunan skuat yang melibatkan pemain muda. Hal itu disinyalir tak berubah dalam kondisi terkini.

"Kami tetap sangat optimis tentang prospek jangka panjang untuk klub dan untuk tim muda kami yang menarik begitu kami berhasil melewati apa yang tidak diragukan lagi (sebagai) salah satu periode paling spesial dan ujian dalam sejarah 142 tahun berdirinya Manchester United," pungkas Woodward.

Meski dalam kondisi keuangan yang terkena dampak Covid-19, Woodward juga menuturkan apabila United masih membagi dana mereka untuk membantu memerangi virus corona.