BolaSkor.com - Saga transfer Neymar Jr masih terus berlanjut. Bagaimana akhir cerita ini pun masih gelap. Terakhir, Neymar mulai menampakkan aksi pemberontakannya dengan absen dalam sesi latihan pramusim Paris Saint-Germain.

Kubu PSG langsung mengeluarkan pernyataan menyusul mangkirnya sang bintang.

"Hari Senin ini (waktu Prancis), 8 Juli, Neymar da Silva Santos Junior dipanggil untuk memulai aktivitas profesional kembali dengan Paris Saint-Germain. Paris Saint-Germain mengetahui sang pemain, Neymar Junior, tidak muncul di waktu dan tempat yang sudah direncanakan oleh pihak klub. Paris Saint-Germain akan mempelajari situasi ini dan akan mengambil tindakan yang dibutuhkan sebagai konsekuensi," demikian pernyataan resmi PSG.

Baca Juga:

Faktor Administrasi Halangi Langkah Neymar Kembali ke Barcelona

Punya Alasan Kuat, Presiden LaLiga Tak Setuju Neymar Kembali ke Barcelona

Capai Kesepakatan Personal, Neymar Sudah Setuju Kembali ke Barcelona

Mangkirnya Neymar dan pernyataan PSG menjadi babak baru dari saga transfer ini. Babak di mana masa depan Neymar makin menjauh dari ibu kota Prancis. Sementara Barcelona dengan seksama mengikuti perkembangan yang terjadi.

Saga transfer Neymar memang terbilang rumit dan kompleks serta melibatkan banyak orang, baik itu dari pihak PSG, Neymar, ataupun Barcelona.

Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani (Pemilik PSG)

Dalam urutan orang penting, Tamin bin Hamad Al Thani menjadi yang pertama. Sebagai pemilik PSG, dia memiliki wewenang penuh memberi lampu hijau dalam negosiasi apapun.

Emir dari Qatar yang juga presiden Qatar Sports Investment ini terlibat dalam pada hampir seluruh keputusan. Belakangan dia semakin khawatir kelakuan Neymar di luar lapangan bisa mencoreng citra klub, dan Qatar.

Nasser Al-Khelaifi (Presiden PSG)

Sosok ini adalah tangan kanan dari Sheikh. Nasser Al-Khelaifi menjadi sosok yang diberi kepercayaan penuh untuk menjalan negosiasi. Artinya, klub manapun yang ingin menggaet Neymar harus bernegosiasi dengannya.

Bagi Barcelona situasi ini bisa jadi penghalang. Pasalnya, Khelaifi punya hubungan yang kurang bagus dengan Barcelona. Situasi yang disebut menjadi alasan mengapa Barca gagal mendapatkan Marco Verratti dan Adrien Rabiot.

Dalam wawancara dengan France Football, Khelaifi sudah menegaskan jika PSG tak akan melepas Neymar. Namun semua bisa berubah jika sang pemiliki berkata sebaliknya.


Leonardo (Direktur Olahraga PSG)

Meski mengenal Neymar, sejak resmi menjadi direktur olahraga, Leonardo belum bertemu sang bintang. Dengan kata lain, Leonardo belum sepenuhnya memahami situasi yang terjadi.

Saat mengisi jabatan yang sama di PSG sebelumnya, Leonardo memang bertugas mengurusi transfer pemain. Pada 2012, Leonardo menjadi sosok di belakang pembelian Maxwell dari Barcelona. Namun, kala itu Leonardo lebih fokus menangani perekrutan pemain dan tak bisa mengurusi pelepasan pemain.


Thomas Tuchel (Pelatih PSG)

Meski menjadi pihak yang langsung menggunakan jasa Neymar, Thomas Tuchel sama sekali tidak terlibat dengan saga transfer ini.

Sepanjang menjadi pelatih di PSG, Tuchel memiliki hubungan yang baik dengan Neymar. Malah, Tuchel lebih sering melontarkan kritik secara publik kepada Kylian Mbappe.


Josep Bartomeu (Presiden Barcelona)

Seiring jalannya waktu, Josep Bartomeu semakin yakin dengan pilihan mendatangkan kembali Neymar. Dia bahkan mau memaafkan Neymar yang memaksa hengkang dua tahun lalu.

Marca mengabarkan, Bartomeu terus memantau perkembangan Neymar di PSG dan melihat kesempatan untuk menarik pulang Neymar.


Oscar Grau (CEO Barcelona)

Pada periode seperti bursa transfer, Oscar Grau bisa dikatakan menjadi sosok yang paling pusing. Karena dia yang bertugas mengurusi neraca keuangan klub.

Dengan kata lain, jika dia menyebutkan Barcelona tidak bisa mendatangkan lagi pemain, apalagi pemain yang berpotensi berharga mahal macam Neymar, maka kemungkinan besar pintu kembalinya sang bintang tertutup.


Pep Segura (Direktur Sepak Bola Barcelona)

Pep Segura bertugas sesaat sebelum Neymar hengkang ke PSG. Mencari sosok pengganti Neymar langsung menjadi tugasnya kala itu.

Sejak awal, Pep Segura percaya jika pengganti Neymar haruslah penyerang seperti Cristhian Stuani. Jika misi mengembalikan Neymar gagal, hampir dipastikan Barcelona akan mencari pemain yang sesuai dengan kriteria Segura.

Eric Abidal (Direktur Teknik Barcelona)

Salah satu tugas pertama yang diemban Abidal adalah saat bernegosiasi dengan PSG untuk mendapatkan Adrien Rabiot.

Meski sudah terbang ke Paris dan melakukan serangkaian negosiasi, seperti diketahui, Rabiot gagal direkrut. Pengalaman ini bisa menjadi modal pada saga transfer Neymar.