BolaSkor.com - Pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, antusias menerima tantangan dari manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Tantangan itu sendiri akan datang ketika Vietnam menjamu Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada 4 Juni 2020.

Hal ini menjadi respons Park Hang-seo ketika disinggung media Korea Selatan Osen soal persaingan dengan Shin Tae-yong di kawasan Asia Tenggara yang akan terjadi. Keduanya akan kembali beradu di Piala AFF 2020

"Jika ada pelatih Korea yang datang ke Asia Tenggara dan menantang saya, saya akan senang menghadapi tantangan itu. Sejujurnya saya sangat senang punya kesempatan untuk menghadapi pelatih Shin Tae-yong yang menangani Indonesia," kata Park Hang-seo dikutip dari Soha.

Park Hang-seo sudah beberapa kali beradu taktik dengan Shin Tae-yong. Itu terjadi di kompetisi Korea K League 1 sejak musim 2019, di mana Shin Tae-yong menangani Seongnam Ilhwa Chunma, sementara Park Hang-seo memimpin Jeonnam Dragons.

Baca Juga:

Rencana Shin Tae-yong saat Debut bersama Timnas Indonesia Senior Menghadapi Thailand

Perasaan Shin Tae-yong Tangani 4 Timnas Indonesia

Pada musim 2009, keduanya setidaknya bertemu dalam tiga pertandingan. Shin Tae-yong unggul lewat dua kemenangan masing-masing dengan skor 3-1 dan 1-0 (playoff). Sedangkan Park Hang-seo hanya sekali menang dengan skor 2-0.

Keduanya kembali bertemu di K League 2010 dengan tim yang sama. Dalam dua kali pertemuan, Seongnam Ilhwa Chunma menggebuk Jeonnam Dragons 4-0 dan 3-0.

Shin Tae-yong dan Park Hang-seo bertemu lagi di musim 2012. Shin Tae-yong masih mengarsiteki Seongnam Ilhwa Chunma, sementara Park Hang-seo memimpin Sangju Sangmu, yang akhirnya menarik diri di akhir musim.

Shin Tae-yong bersama klubnya menang 3-0 dan bermain imbang 1-1. Sementara di partai 31-44, Seongnam Ilhwa Chunma dinyatakan menang 2-0 dan 2-0 setelah Sangju Sangmu menarik diri.

"Kehadiran pelatih Shin Tae-yong akan menjadi motivasi bagi saya mencoba yang terbaik. Saya pribadi kagum dengan Shin Tae-yong. Ia seperti junior, teman, kolega, dan segera menjadi lawan saya. Saya tidak akan menyerang dengan mudah untuk kehormatan dan kebanggaan saat berhadapan dengannya."