BolaSkor.com - Park Ji-sung memang bukanlah pesepak bola Asia pertama yang berkarier di Eropa. Namun dirinya berperan besar membuat pemain-pemain asal benua kuning tak lagi dipandang sebelah mata.

Harus diakui, benua Asia masihlah anak bawang dalam percaturan sepak bola dunia. negara-negara asal benua kuning kerap menjadi bulan-bulanan pada ajang Piala Dunia.

Selain itu, belum ada satupun pemain Asia yang sukses menyabet pengharggan individu seperti pemain terbaik dunia atau Ballon d'Or. Masuk nominasi saja rasanya teramat sulit.

Kesuksesan pemain Asia menembus Eropa tak jarang diiringi stigma miring. Mereka dianggap hanya dijadikan bagian strategi marketing sebuah klub untuk memperluas pangsa pasarnya.

Baca Juga:

Analisis - Lionel Messi, Transformasi Peran demi Karier yang Lebih Panjang

Robert Lewandowski, Cerita Batal ke Blackburn Rovers, dan Pernah Dilepas Klub karena Kekurusan

Nostalgia - Ketika Non Flying Dutchman Mendarat di Arsenal

Keputusan Manchester United merekrut Park Ji-sung dengan biaya 4 juta poundsterling pada musim panas 2005 tak lepas dari stigma ini. Kedatangannya dianggap strategi Setan Merah untuk kian mempopulerkan diri di Korea Selatan dan negara-negara tetangganya.

Bukan tanpa alasan jika publik beranggapan seperti itu. Setahun sebelum mendatangkan Ji-sung, Manchester United telah lebih dulu merekrut pemain muda China, Dong Fangzhou.

Kedatangan Dong meningkatkan popularitas rival sekota Manchester City tersebut di negeri tirai bambu. Padahal pemain yang saat itu berusia 19 tahun tidak bisa langsung tampil di Premier League karena terhalang dengan izin kerja.

Tak sedikit penggemar Mancherster United yang menganggap Ji-sung akan bernasib sama. Ia akan lebih banyak duduk di bangku cadangan ketimbang bermain.

Namun hal itu pada akhirnya tak terbukti. Ji-sung langsung memberikan kontribusi nyata pada musim perdananya.

Ia tampil 33 kali di Premier League dimana 23 di antaranya sebagai starter. Ia total menyumbang tiga gol dan delapan assist dari 44 pertandingan.

Pada musim-musim selanjutnya, Ji-sung semakin menunjukkan diri sebagai pemain penting Manchester United. Ia kerap tampil luar biasa pada laga-laga besar nan krusial.

Kehebatan seorang Ji-sung diakui langsung oleh rekan-rekannya di Manchester United. Wayne Rooney bahkan tak ragu menyamakan perannya dengan Cristiano Ronaldo.

"Semua dari kami yang pernah bermain dengan Park tahu bahwa dia sangat penting untuk kesuksesan kami. Itu karena Park memberikan kolektivitas dan saya ingin membicarakan soal tim yang merupakan hal terpenting di olahraga," kata Rooney dalam kolomnya di The Times.

Apa yang dikatakan Rooney tentu bukan basa-basi belaka. Determinasi Ji-Sung dalam setiap pertandingan seolah memicu rekan-rekannya untuk melakukan hal serupa.

Pujian juga datang dari manajernya di Manchester United, Sir Alex Ferguson. Fergie menilai banyak orang terlalu menganggap remeh peran Ji-sung dalam permainan Manchester United.

Padahal Fergie merasa Ji-sung tak pernah mengecewakan meski diberi peran berbeda-beda di lapangan. Meski lebih banyak dikenal sebagai winger, mantan pemain PSV Eindhoven itu juga fasih memainkan peran lain di lini tengah.

Salah satu contohnya adalah saat ia diberi tugas mengawal Andrea Pirlo kala Manchester United bersua AC Milan pada babak 16 besar Liga Champions 2009-2010. Ia menjalankan peran tersebut dengan maksimal.

Pirlo dibuat mati kutu dakam pertandingan tersebut. Gelandang timnas Italia itu bahkan tak bisa melupakan momen yang seakan menjadi mimpi buruk dalam kariernya.

Ji-sung membela Manchester United selama tujuh musim hingga 2012. Ia sukses mempersembahkan empat gelar Premier League, satu trofi Liga Champions, satu trofi Piala Dunia Antar Klub, dan tiga Piala Liga.

Pada musim panas 2012, Ji-sung memutuskan hengkang ke Queens Park Rangers. Namun ia pergi dengan kelegaan karena mampu menghapus anggapan miring terkait pemain asal Asia.

"Beberapa orang mengatakan hal itu (dijadikan alat marketing) ketika saya datang ke sini. Sekarang tak seorang pun mengatakannya. Saya amat bahagia bisa membuktikan jika pemain Asia bisa mengatasi level tinggi sepak bola Eropa," kata Ji-sung pada 2012 silam.