BolaSkor.com - Ibarat istilah semakin tinggi pohon, maka semakin kencang angin menerpanya, Pep Guardiola pun demikian. Usai merevolusi permainan Manchester City dan mempersembahkan dua titel, Premier League dan Piala Liga, Guardiola diserang oleh dua pemain yang pernah dilatihnya.

Serangan pertama diberikan oleh Yaya Toure. Gelandang asal Pantai Gading berusia 35 tahun pernah dua kali diarsiteki oleh Guardiola di Barcelona dan Man City. Pada tahun 2010, Toure pergi karena Guardiola tidak membutuhkannya. Begitu juga dalam dua musim terakhir ini bersama Man City. Seiring kedatangan Guardiola, Toure semakin jarang bermain hingga memutuskan mengakhiri pengabdiannya selama delapan tahun.

Bak burung yang lepas dari sangkar emas, Toure langsung mengeluarkan unek-uneknya mengenai Guardiola. Ia menyebut pelatih asal Spanyol tersebut sebagai pelatih yang anti pemain Afrika, dengan kata lain, Guardiola rasial kepada pemain Afrika. Guardiola menyanggahnya dan berkata, bahwa Toure tidak mengatakannya langsung kepadanya.

Belum selesai kasusnya dengan Toure, kini giliran Mario Gotze, mantan anak asunya di Bayern Munchen, yang menyerang Guardiola. Selama tiga tahun dilatih Guardiola, Gotze tidak merasakan kepedulian darinya dan menyebutnya sebagai pelatih yang tidak punya empati (perasaan). Guardiola pun dibandingkannya dengan Jurgen Klopp, pelatih yang membesarkan karier Gotze di Borussia Dortmund.

"Saya masih berkomunikasi dengan Jurgen. Tentu saja, dia mengajari saya semua hal soal sepak bola profesional. Waktu itu, saya baru 17 tahun dan masuk dari tim muda (Dortmund di tahun 2009). Dia mengenalkan saya pada semua hal. Dia membiarkan saya bermain," tutur Gotze, dilansir dari Squawka, Senin (11/6).

"Secara teknik, (Guardiola) adalah aset yang luar biasa. Namun dia sangat fokus pada sepa kbola dan tidak memikirkan pemain lain yang ada di luar rencananya. Dia tidak punya banyak empati, padahal empati itu adalah bagian dari seorang pelatih kelas dunia," lanjut Gotze bercerita soal Guardiola.

Ironis tentunya, karena Gotze sendiri yang mengaku pindah ke Bayern pada tahun 2013 demi dilatih oleh Guardiola. Tak disangka, justru karier pemain berusia 26 tahun itu yang meredup dengan Guardiola di Bayern.