BolaSkor.com - Langkah cepat yang dilakukan tim-tim Liga 2, membuat manajemen Persis Solo diminta segera bersiap menyambut pertarungan musim depan. Pilar musim ini diharapkan bisa segera diikat lebih dahulu.

Keinginan ini diutarakan suporter setianya, Pasoepati. Kegagalan menembus Liga 1 diharapkan jadi pelajaran Laskar Sambernyawa agar merekrut pemain yang berkualitas dan bermental juara.

"Pertarungan musim depan pasti lebih berat. Apalagi tim yang degradasi dari Liga 1 pasti ingin promosi lagi. Kalau tidak segera dipersiapkan, kita bisa kalah cepat. Rancangan harus segera dipersiapkan," terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan.

Menurut Ginda, apa yang sudah dilakukan Persis Solo musim ini tak begitu mengecewakan. M Wahyu dan kawan-kawan selalu tampil dominan di setiap pertandingan. Kegagalan pun sedikit banyak dipengaruhi venue babak 8 besar yang kurang memadai.

"Kalau teman-teman lihatnya skuad musim ini sudah bagus. Makanya yang berkualitas segera dipertahankan. Tinggal nanti mencari tambahannya. Pelatih kedepannya pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan," tuturnya.

Hanya saja, bukan persoalan mudah untuk segera melakukan perburuan pemain. Kini, tim-tim peserta Liga 2 musim depan belum mengetahui regulasi kompetisi. Utamanya soal pembatasan usia pemain.

Pada musim ini, setiap tim hanya boleh memiliki lima pemain yang berusia di atas 25 tahun. Selebihnya, tim wajib mengontrak pemain dibawah usia 25 tahun.

"Kita harus tahu dulu regulasinya seperti apa. Biar tim tidak salah langkah dalam merekrut pemain. Tahu-tahu regulasinya ganti, susah lagi nanti," ucap Pelatih Persis Solo, Freddy Muli.

Terpisah, Mantan Pelatih Sriwijaya FC, Hartono Ruslan menilai, adanya regulasi pembatasan usia pemain cukup berpengaruh pada kualitas kompetisi. Dia pun mengusulkan agar kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim depan tak memakai regulasi usia lagi.

"Kalau memang mau ada pembatasan usia, bisa diterapkan di Liga 3 atau Liga 4. Kalau kompetisi profesional ya baiknya dibebaskan," katanya. (Laporan Kontributor Nofik Lukman/Solo)