BolaSkor.com - Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, mengungkapkan pihaknya menunda musim 2021. Menurut Junas, keputusan tersebut diambil demi mematuhi aturan pemerintah.

Sejatinya IBL akan melangsungkan musim pada 15 Januari. Bahkan, mereka sudah menjalankan persiapan sampai 90 persen. Namun, aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari Pemerintah Republik Indonesia membuat pihak liga harus menunda kompetisi.

Meski menunda kompetisi, IBL tetap optimistis bisa menjalankan liga. Apalagi, mereka sudah tidak memiliki masalah perizinan dengan berbagai pihak.

Baca Juga:

Rizal Falconi Berharap IBL Tidak Mengalami Penundaan

Puas dengan Protokol IBL, Abraham Wenas Berharap Tak Ada Penundaan

"Dengan situasi seperti ini, kami menempatkan fase pertama (Januari ke Februari) ke fase kedua (mulai Maret). Kami perlu meyakinkan kembali agar bisa mendapat persetujuan," tutur Junas pada konferensi pers.

"Sistemnya tetap pakai buble karena itu adalah upaya maksimal untuk menekan risiko penyebaran virus corona. Sistem itu sudah disimulasikan dan direkomendasikan," tambahnya.

Pada saat yang sama, manajer Amartha HangTuah, Ferri Jufry, mengatakan pihaknya mendukung apa pun keputusan IBL. Menurutnya, semua klub satu suara soal hal tersebut.

"Jadi kalau dari klub sejak awal meeting dengan IBL, pihak liga sudah memberikan gambaran. Kalau Januari terjadi sesuatu, IBL punya plan B. Kami di HangTuah sudah mengantisipasi," kata Ferri.

"Jadi saya rasa semua klub menyadari hal itu, karena ini pengalaman kedua setelah kegagalan Oktober. Kalau pemain tidak terpengaruh terlalu besar," timpalnya.