BolaSkor.com - Michael Carrick menandai debutnya sebagai caretaker Manchester United dengan kemenangan. Namun fakta tersebut tak membuat seorang Paul Scholes terkesan.

Manchester United mampu mengalahkan Villarreal dengan skor 2-0 pada matchday kelima Liga Champions di El Madrigal, Rabu (24/11) dini hari WIB. Hasil ini membawa Setan Merah ke babak 16 besar.

Solskjaer menurunkan susunan pemain kejutan dalam laga ini. Ia berani mencadangkan Bruno Fernandes untuk memberi tempat kepada Donny van de Beek.

Baca Juga:

Hasil Liga Champions: Chelsea Hancurkan Juventus, Man United Bangkit

Villarreal 0-2 Man United: Kemenangan untuk Solskjaer

Pendapat Zlatan Ibrahimovic soal Kesulitan Man United, Juga Sebut Premier League Overrated

Pada era Ole Gunnar Solskjaer, posisi Fernandes nyaris tak tersentuh. Carrick seolah ingin menyuguhkan sesuatu yang berbeda.

Sayang, eksperimen Carrick tak berjalan lancar. Manchester United tampil tertekan sepanjang babak pertama.

Permainan Van de Beek sebagai kreator serangan tampak tak maksimal. Manchester United memang kesulitan membongkar pertahanan Villarreal.

Carrick melakukan sejumlah perubahan pada babak kedua. Salah satunya yaitu dengan memasukkan Fernandes dan Marcus Rashford pada menit ke-66.

Perubahan ini terbukti jitu. Permainan Manchester United lebih hidup sehingga Cristiano Ronaldo dan Jadon Sancho mampu mencatatkan namanya di papan skor.

Carrick menyambut kemenangan ini dengan antusias. Ia berpeluang melanjutkan tugasnya sebagai caretaker lebih lama lagi.

Hal inilah yang membuat Scholes resah. Ia menilai Carrick belum cukup mumpuni untuk menangani Manchester United.

"Anda harus memiliki yang terbaik untuk bertanggung jawab kepada tim ini. Michael Carrick, dia seorang pelatih yang tidak ada pengalaman di tempat lain," kata Scholes kepada BT Sport.

"Dia tidak bisa (mendapatkan pekerjaan ini), terlepas dari saya menyukai anak itu. Mereka (Man United) membutuhkan yang terbaik."

Sebelum laga kontra Villarreal, Scholes juga memberikan kritik keras kepada Carrick. Ia menilai yang bersangkutan harusnya ikut mengundurkan diri bersama para asisten Solskjaer lainnya.

"Saya akan merasa malu menjadi staf pelatih yang sekarang karena mereka semua seharusnya pergi dengan dipecat atau mundur sendiri. Mereka telah mengecewakan klub seperti halnya Ole," tegasnya.