BolaSkor.com - Keinginan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, mendapat penolakan pelatih klub. Pelatih asal Korea Selatan itu sebelumnya menyatakan agar klub Liga Vietnam lebih banyak menggunakan striker lokal di kompetisi.

Keinginan Park Hang-seo buntut kegelisahan atas langkanya striker lokal berkualitas. Sejak Anh Duc pensiun, pemain seperti Duc Chinh, Tien Linh, Ha Minh Tuan dianggap belum dapat menggantikan dengan sempurna.

Apalagi Liga Vietnam cenderung menggunakan jasa legiun asing untuk posisi striker. Sehingga membuat kesempatan striker lokal memiliki pengalaman besar sulit.

Baca Juga:

FAT Usulkan Perubahan Regulasi soal Pemain di Piala AFF 2020 demi Skuat Terbaik Timnas Thailand

VFF Mulai Cari Lawan Uji Coba untuk Timnas Vietnam Jelang Lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022

"Ada beban dari klub, yang ingin para pelatih meraih prestasi dan memenangkan banyak laga. Jadi para pelatih semuanya memilih striker dari pemain asing. Jika Park sebagai pelatih klub dan di bawah tekanan, ia juga akan menggunakan pemain asing," kata pelatih SHB Da Nang, Le Huynh Duc dikutip dari Thethao247.

"Tidak ada cara lain, karena bekerja di V-League sangat memiliki tekanan. Dengan keharusan banyak gol, para pelatih akan menggunakan striker asing karena mereka punya level tinggi, pengalaman yang baik, mencetak gol lebih baik daripada striker domestik," tambah mantan striker terbaik dalam sejarah sepak bola Vietnam itu.

Persoalan ini tidak hanya dirasakan di Vietnam, tapi juga Indonesia. Dalam beberapa waktu belakangan, Timnas Indonesia seakan kesulitan menemukan striker lokal berkualitas. Ramainya pemain asing berposisi sebagai striker di liga Indonesia membuat striker lokal tenggelam.

Thailand pun serupa. Bahkan untuk memunculkan striker lokal yang tangguh, program Thais Strike Back digulirkan Federasi Sepak Bola Thailand (FAT).

Program tersebut berupa pemberian hadiah kepada klub, yang pemain lokalnya atau berkewarganegaraan Thailand secara total mampu mencetak lebih dari delapan gol dalam setiap lima pertandingan.