BolaSkor.com - Duka mendalam tengah menyelimuti kubu Atletico Madrid. Los Rojiblancos baru saja ditinggal salah satu pelatih terbaiknya, Radomir Antic yang meninggal dunia pada Senin (6/4) waktu setempat.

Antic meninggal pada usia 71 tahun karena sakit. Namun tidak diketahui secara detail penyakit apa yang dideritanya.

Radomir Antic menangani Atletico Madrid dalam tiga kesempatan pada periode 1995 hingga 2000. Pelatih berkebangsaan Serbia tersebut sukses meraih gelar ganda yaitu La Liga dan Piala Raja pada musim 1995-1996 yang membuatnya dinobatkan sebagai pelatih terbaik saat itu.

Jasa Radomir Antic tak berhenti sampai di situ. Ia juga berhasil menyelamatkan Atletico dari ancaman degradasi pada kesempatan kedua menangani tim ini ketika La Liga musim 1998-1999 menyisakan sebelas laga.

Hal ini membuat sosoknya begitu dihormati Atletico. Rival sekota Real Madrid itu bahkan tak segan menyebutnya sebagai pelatih legendaris dalam pesan duka citanya.

Baca Juga:
Marcos Llorente Kenang Malam Istimewa di Anfield dengan Cara Unik

LaLiga Bisa Telan Kerugian Lebih dari Rp17 Triliun jika Kompetisi Dibatalkan

Balikan dengan Zidane, Real Madrid Dianggap seperti Nikahi Wanita yang Sama Dua Kali

Radomir Antic ketika menangani Atletico Madrid.

“Keluarga besar Atletico Madrid turut berduka cita dengan kepergian Radomir Antic, salah satu pelatih legendaris yang kami miliki. Kamu akan terus hidup di dalam hati kami semua. Beristirahatlah dengan tenang,” bunyi pernyataan resmi Atletico.

Federasi Sepak Bola Serbia (FSS) juga turut memberikan penghormatan terakhir kepadanya. Radomir Antic memang pernah menangani Timnas Serbia di ajang Piala Dunia 2010.

“Semua orang yang mengenal sosok Radomir Antic pasti akan merasa sangat kehilangan dan Serbia bisa berbangga karena sempat memiliki sosok yang menjadi wakil di dunia internasional dan membuat kami semua merasa bangga,” bunyi pernyataan resmi FSS.

Karier kepelatihan Antic memang sangat berwarna karena pernah juga menangani Real Madrid (1991-1992) dan Barcelona (2003). Hal itu membuat dia menjadi pelatih satu-satunya hingga saat ini yang pernah menangani tiga klub besar Spanyol tersebut.