BolaSkor.com - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, masih menantikan kabar terkait kepastian lanjutan Liga 1 2020. Sebab hingga saat ini PSSI belum mengeluarkan keputusan.

Bahkan dari hasil rapat virtual yang dilakukan bersama para klub Liga 1 dan 2, Selasa (2/6), PSSI masih mengumpulkan saran-saran dari para klub.

Namun, beredar kabar bahwa PSSI akan melanjutkan Liga. Untuk Liga 1 direncanakan akan digelar pada September 2020. Belum diketahui apakah melanjutkan Liga 1 2020 atau musim baru.

Selain itu, para klub Liga 1 akan mendapatkan tambahan subsidi. Semula Rp520 juta menjadi Rp800 juta per termin karena pertandingan akan dipusatkan di Pulau Jawa. Tak hanya itu, PSSI juga menyarankan Liga 1 musim ini tidak ada tim yang akan didegradasi.

Meski demikian, kabar itu belum bisa dibenarkan. PSSI masih akan terus mengkajinya demi kompetisi yang dinantikan selama ini bisa berjalan dengan lancar.

Robert mengatakan tidak ada yang bisa diprediksi terkait keputusan PSSI mengenai kompetisi. Terlebih saat ini pandemi Virus Corona (COVID-19) di Indonesia belum berakhir.

Baca Juga:

Respons Rumor Febri Hariyadi Diincar Muangthong United, Umuh: Klub Malaysia Juga Ingin Tahu

Bersikeras Liga 1 2020 Dilanjutkan, Pelatih Persib Robert Rene Alberts Sindir 12 Klub

Pelatih asal Belanda ini bahkan akan menerima seluruh keputusan yang dikeluarkan PSSI. Sekalipun keputusan akhir membuat Liga harus dihentikan.

"Apapun hasilnya nanti, kami harus menerima itu. Suka atau tidak suka, kami harus menerimanya. Karena (keputusan) berdasarkan kebijakan Pemerintah dan Kementerian Kesehatan dan PSSI, semua terlibat dalam keputusan itu," tegas Robert.

"Jadi apapun keputusan yang muncul semua harus menerimanya dan kami harus menghormati itu. Tidak peduli apakah apa (pendapat) yang kami pikirkan, lebih penting keputusan diambil dari pertimbangan terbaik bagi sepak bola Indonesia," tambahnya.

Namun, Robert tetap berharap Liga bisa dilanjutkan. Sebab negara lain masih bisa melanjutkan Liga meski angka yang terpapar COVID-19 lebih besar ketimbang Indonesia.

"Kalian bisa lihat banyak negara yang lebih banyak korban terpapar virus dari Indonesia, setidaknya di atas kertas akan melanjutkan Liganya,"

"Tapi tentu berdasarkan dengan cara negara itu memberlakukan protokol keselamatan dan kesehatan untuk mengurangi pandemi dan jumlah korban menurun. Tentunya Indonesia harus melihat itu," jelasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)