BolaSkor.com - Liga Jerman, Bundesliga kini menjadi acuan bagi negara lainnya untuk menjalankan kompetisi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Terutama soal protokol kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, kompetisi kasta tertinggi di Jerman itu menjalankan protokol kesehatan yang cukup ketat. Di antaranya tidak diperbolehkan disaksikan penonton, tidak ada seremoni jabat tangan, tidak diperbolehkan melakukan selebrasi apabila mencetak gol, serta seluruh tim harus menjalani SWAB tes dua kali dalam sepekan.

Hal tersebut tentu saja membuat Bundesliga menjadi perhatian bagi negara lainnya. Seperti halnya La Liga Spanyol, Liga Inggris, hingga Serie A Italia.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts membenarkan bahwa penyelenggaraan Bundesliga mendapatkan perhatian banyak negara, termasuk Indonesia. Namun demikian, kata Robert Indonesia tidak bisa menjadikan Bundesliga sebagai acuan dalam menjalankan protokol kesehatan dalam Liga 1.

Baca Juga:

PSIS Semarang Minta Pendapat Suporter soal Kelanjutan Liga 1 2020

Persija Jakarta Siap Ikut Lanjutan Liga 1 2020 Asal Tiga Syarat Ini Terpenuhi

"Kami (Indonesia) seharusnya mengacu pada negara yang lokasinya di dekat kami, seperti Vietnam dan Korea Selatan," kata Robert saat dihubungi.

Apalagi, lanjut Robert Rene Alberts, kedua Liga bertajuk V-League dan K-League masing-masing sudah menjalankan kompetisinya. Sehingga sudah sepantasnya dijadikan acuan ketimbang Bundesliga.

"Beberapa negara Asia juga sudah mulai bersiap (memulai liga). Jadi kami tidak perlu banyak memperhatikan negara Eropa," tuturnya.

Dari beberapa negara Asia, Robert menyoroti Liga Vietnam, V-League. Sebab penyelenggaraan kompetisi mengutamakan tim nasional.

"Mereka sudah memulai liga dan pelatih timnas sudah meminta pada semua pelatih di klub Vietnam untuk memberi prioritas kepada striker lokal, dan juga memberi prioritas untuk pemain muda yang bisa muncul," katanya.

Selain itu, Vietnam juga memerhatikan suplemen kesehatan bagi para pemainnya. Tujuannya tak hanya menjaga kesehatan namun juga membuat pemain lebih kuat.

"Ini fakta menarik, karena kami semua tahu kualifikasi Piala Dunia akan digelar kembali akhir tahun ini jika semua berjalan sesuai rencana," jelasnya. (Laporan Kontributor Gigi Gaga/Bandung)