BolaSkor.com - Dalam beberapa periode terakhir hampir tidak ada pemain muda yang menembus dan bertahan di skuad utama Barcelona. Pelatih Barcelona Quique Setien justru lontarkan sentilan kepada klub soal minimnya kesempatan bermain pemain muda.

Jika dulu Barcelona sukses memproduksi pemain macam Andres Iniesta, Sergio Busquets, Xavi Hernandes, hingga Lionel Messi, dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan jebolan akademi La Masia lain.

Musim ini, banyak pemain muda Barcelona lulusan La Masia, akan tetapi jarang bermain di tim utama. Sebut saja Riqui Puig, Ansu Fati, Ronald Araujo, dan Alex Collado. Hanya Ansu Fati yang sesekali tampil dan mampu mencuri perhatian.

Baca Juga:

Kian Dekat ke Juventus, Fokus Arthur Melo Tak Lagi di Barcelona

Juventus dan Barcelona Segera Resmikan Pertukaran Pjanic-Arthur Melo

Juventus Baru akan Melepas Pjanic jika Barcelona Berikan Arthur

Tidak sedikit mengarahkan pandangan kepada pelatih sebagai sosok yang bertanggung jawab terkait hal ini. Namun, arsitek Barcelona Quique Setien justru menyebut klub berperan besar mengapa pelatih enggan memberi kesempatan kepada talenta muda.

Setien justru memberikan kritik balik kepada klub soal rencana jangka panjang. "Memberikan para pemain muda kesempatan lebih harusnya bukan hanya pekerjaan saya."

"Ini seharusnya jadi pertaruhan klub saat merencanakan musim," ujar Setien seperti dilansir Marca.

"Jika Anda merekrut lima pemain terbaik di dunia pada posisinya, akan sulit untuk membuat ruang bagi pemain muda."

Tidak hanya itu, tuntutan untuk selalu meraih kemenangan juga membuat pelatih tidak mau mengambil risiko.

"Kami ingin memenangi segalanya, ingin bersaing, tetapi juga ingin pemain berusia 17 tahun bermain seperti seseorang yang sudah menang di Piala Dunia," ujar Setien.

"Kini semua berbicara keinginan untuk menang, tetapi jika saya menurunkan empat pemain muda dan tak menang, mereka akan memecat saya," kata Setien.

Keinginan untuk juara ini yang kemudian membuat Barcelona selalu berusaha merekrut pemain-pemain terbaik di dunia. "Jika kami merekrut pemain yang semua orang inginkan dan menang, orang-orang akan senang, tetapi para pemain muda tak akan punya tempat," Setien menambahkan.