BolaSkor.com - Manchester United sukses menaklukkan Manchester City dalam lanjutan Premier League 2020-2021. Menariknya, kemenangan Setan Merah ditentukan pemain tak terduga.

Dalam laga yang berlangsung di Etihad Stadium, Minggu (7/3), Manchester United menang dengan skor 2-0. Dua gol kemenangan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer disumbangkan penalti Bruno Fernandes dan Luke Shaw.

Namun bukan dua nama tersebut yang dianggap sebagai pahlawan kemenangan Manchester United. Solskjaer justru menunjuk Anthony Martial sebagai pemain yang pantas menyandang status tersebut.

Baca Juga:

Manchester City 0-2 Manchester United: Solskjaer Bikin Sejarah

Bahas Soal Filosofi Permainan, Solskjaer: Metode Guardiola Tak Cocok di MU

Adu Mulut dengan Rashford, Kapten Man United Tepis Isu Perpecahan

Anthony Martial

Martial memang gagal mencetak gol ke gawang Manchester City. Namun ia menjadi aktor di balik hadiah penalti pada awal pertandingan yang akhirnya dieksekusi dengan sempurna oleh Fernandes.

Martial juga memainkan peran penting untuk meredam kekuatan Manchester City. Penyerang berkebangsaan Prancis itu mampu berperan sebagai tembok di lini depan yang merusak skema tim lawan.

Menariknya, Solskjaer ternyata sempat ragu untuk menurunkan Martial sebagai starter dalam laga ini. Kondisi penyerang berkebangsaan Prancis itu memang kurang fit.

"Anthony Martial adalah man of the match dan dia bahkan lebih diragukan (untuk tampil) daripada Luke (Shaw). Itu adalah Anthony yang kami kenal, sangat positif dan saya ikut senang untuknya," kata Solskjaer kepada BBC.

"Sampai dua jam sebelum pemanasan, saya tidak yakin apakah dia akan bermain. Hari ini dia menemukan kembali dirinya sendiri karena benar-benar kuat dalam penguasaan bola seperti Anthony Martial di masa lalu."

Gol pertama jadi kunci

Solskjaer memang mengakui kemenangan ini tak lepas dari gol cepat yang dicetak oleh Fernandes. Hal itu membuat skema permainan Manchester City terganggu.

Manchester United juga bisa fokus menjalankan skema serangan balik yang menjadi andalannya dalam laga ini. Gol kedua yang dicetak Shaw menjadi bukti nyatanya.

"Saat mendapatkan gol pertama, kami berada di depan selama 10-15 menit. Kadang-kadang ketika Anda bertahan melawan tim kuat pasti mereka menciptakan peluang jadi kami harus menunggu hingga jeda babak untuk mengembalikan fokus pemain lagi," pungkasnya.