BolaSkor.com - Pelatih Lazio, Maurizio Sarri, memberikan pembelaan atas gol kontroversial timnya melawan Inter Milan. Sarri menilai, protes yang dilakukan hanya terjadi di Italia.

Lazio menjamu Inter pada laga lanjutan Serie A 2021-2022, di Stadio Olimpico, Sabtu (16/10). Lazio berbalik unggul menjadi 2-1 usai Felipe Anderson mencetak gol pada menit ke-81.

Namun, gol tersebut tercipta ketika satu pemain Inter, Federico Dimarco, terjatuh dan meringis kesakitan. Bukannya membuang bola sebagai bagian dari tindakan fair play, para pemain Lazio justru memilih melancarkan serangan.

Baca Juga:

Suning Buka Peluang Jual Inter ke PIF

Inter Harus Move On, Investor Newcastle Tak Jadi Akuisisi Nerazzurri

Beda Pendapat soal Barella, Cassano dan Marotta Terlibat Perang Saraf

Tak pelak, para pemain Inter pun melakukan protes keras. Felipe Anderson dianggap tidak memedulikan fair play.

"Tidak ada perdebatan. Dimarco jatuh dan Inter melakukan tembakan ke gawang. Jika ada yang harus membuang bola dari permainan adalah mereka. Namun, mereka tidak melakukannya," ulas Sarri seperti dilaporkan Football Italia.

"Itu situasi yang jelas. Mereka memilih pertandingan terus berlanjut," tambah sang pelatih.

"Ada aturan yang sangat jelas. Anda hanya melihat keluhan seperti ini di Italia. Di Eropa dan Liga Champions itu tidak pernah terjadi," ujar Sarri.

Sementara itu, Simone Inzaghi menegaskan timnya tidak bisa menghentikan pertandingan. Sebab, Lautaro Martinez yang mendapatkan bola dalam posisi membelakangi Dimarco.

"Lautaro tidak bisa melihat apa yang terjadi di belakang. Wasit bisa menghentikan permainan, Lautaro tidak bisa. Kami menyelesaikan pergerakan, hanya sial karena kebobolan di area di mana ada pemain cedera," kata Inzaghi.

Lazio akhirnya mencetak gol ketiga melalui Sergej Milinkovic-Savic pada menit ke-90+1. Dengan hasil itu, Lazio naik ke peringkat kelima klasemen sementara.