Kolotnya Suporter

Beberapa pemecatan pelatih yang terjadi di Liga 1 2019 dikarenakan dorongan suporter. Suporter seperti ingin hal instan timnya bisa berprestasi.

Contoh nyata beberapa suporter masuk ke lapangan kecewa dengan peforma timnya. Padahal, mereka secara tidak langsung merugikan klub, lantaran bakal terkena sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Lalu mereka melakukan boikot pertandingan, lantaran timnya mengalami performa buruk. Menuntut manajemen melakukan pemecatan pelatih, sebagai dalang utama timnya terperosok ke jurang. Timnya pun dirugikan dari pemasukan keuangan hingga dukungan moral secara langsung.

Mereka seharusnya berpikir dewasa, di mana materi pemain juga harus seimbang dengan target. Tidak semata-mata materi pemain pas-pasan, suporter ingin timnya menang terus-menerus.

Baca Juga:

Beri Bonus kepada Pemain PSS Sleman, Suporter Klub Indonesia Harus Tiru BCS

PSS Sleman Dapat Pengalaman Baru dari Markas Badak Lampung Selain 3 Poin

PSIS Semarang
Striker PSIS Silvio Escobar (biru) dibayangi pemain Persipura. (BolaSkor.com/Ahmad Rizal)

Tanpa mengurangi rasa hormat, contoh nyata ada di suporter PSIS. Terakhir, PSIS dikalahkan Persipura Jayapura 3-1, sekaligus kekalahan ketiga di kandangnya.

Suporter turun ke lapangan. Hal itu mendorong manajemen PSIS memecat Jafri Sastra. Suporter memang pasti kecewa timnya kalah, namun harus bersikap positif. PSIS belum teperosok ke papan bawah, dan materi pemain jelas kalah dari Persipura jadi wajar jika kalah.

Jadi, hilangkan stigma ingin menang terus dalam pertandingan. Ingat ini kompetisi, suporter harus bersikap positif dan percaya proses terhadap peforma timnya.

Kecuali timnya terperosok ke jurang degradasi dengan materi pemain bagus, baru luapkan kekecewaan kalian. Ataupun klub kalian masuk jurang degradasi, harus evaluasi agar tidak terhindar degradasi.

Contoh baik ada di kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS). Mereka tidak semata-mata menggulingkan Seto Nurdiantoro, ketika mendapat tiga kali berturut-turut hasil imbang (Semen Padang, Persipura, dan Bhayangkara FC dengan masing-masing skor 1-1).

Mereka justru membuat koreografri menunjukkan dukungan kepada Seto untuk membangun PSS. Alhasil, PSS masih kokoh di posisi empat besar klasemen sementara Liga 1 2019. BCS pun apresiasi kinerja para pemain tim Super Elang Jawa dengan memberikan bonus.

Kolotnya Manajemen Klub