BolaSkor.com - Total 11 penampilan, tiga gol, dan dua assists. Statistik tersebut dimiliki oleh Mohamed Salah, penyerang sayap asal Mesir berusia 26 tahun. Dibanding musim lalu, penampilan Salah bersama Liverpool musim ini menurun.

Tidak ada yang berubah dari gaya bermainnya: tetap beroperasi sebagai penyerang sayap kanan, menjadi inverted winger yang kerap melakukan penetrasi dengan kemampuan di kaki kidalnya, dan memiliki kecepatan berakselerasi.

Kemungkinan besar Mo Salah tidak tampil seperti musim lalu karena lawan-lawannya telah mengetahui cara mematikannya. Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Mo Salah menjadi sensasi musim lalu dengan torehan 44 gol dari total 52 laga di seluruh kompetisi.

Salah memecahkan rekor demi rekor dan mengoleksi penghargaan individu. Ia juga meraih penghargaan Sepatu Emas Premier League melalui 32 gol dari 36 penampilan di Premier League 2017-18. 10 gol juga dilesakkan alumni akademi El Mokawloon di Liga Champions yang membawa Liverpool ke final - sebelum kalah 1-3 dari Real Madrid.

Anomali eks pemain Roma musim ini turut menjadi perhatian legenda Liverpool, Robbie Fowler. Salah satu top skor sepanjang masa Liverpool tersebut menilai akan sulit bagi Salah mengulang kegemilangannya musim lalu, khususnya dari segi torehan gol.

"Saya tidak berkata dia (Salah) menjalani musim yang buruk sejauh ini. Dia masih pemain yang bagus, dia masih pemain yang sempurna. Tapi mengulang apa yang dilakukannya musim lalu akan sangat sulit dipercaya," tutur Fowler kepada Sky Sports News.

"Saya pikir dia masih akan tetap mencetak gol, saya pikir dia masih akan tetap mencetak banyak gol. Apa yang saya suka mengenai Mo Salah adalah etos kerjanya yang sangat hebat, dia tidak malu melakukan segalanya. Apa yang membuat saya khawatir adalah jika dia tidak menciptakan peluang."

"Dia akan segera mencetak gol. Saya tak yakin dia akan mencapai catatannya musim lalun, namun dia masih pemain yang sangat hebat. Dia masih jadi ancaman (bagi pertahanan lawan) sepanjang musim di Premier League," imbuh Fowler.

Uniknya, ketika Mo Salah mengalami kebuntuan besar dan sulit mengulang pencapaiannya musim lalu, dua rekan sehatinya di depan, Sadio Mane dan Roberto Firmino juga demikian. Ini jadi pekerjaan rumah bagi Jurgen Klopp.