BolaSkor.com - Fernando Torres membuat keputusan mengejutkan pada awal tahun 2011. Penyerang berkebangsaan Spanyol itu mengkhianati Liverpool dengan hengkang ke Chelsea pada hari penutupan bursa transfer musim dingin.

Keputusan Torres hengkang ke Chelsea sulit dipercaya banyak orang. Selain berstatus klub rival, sang pemain merupakan idola publik Anfield.

Wajar jika fans Liverpool sangat marah dengan keputusan Torres tersebut. Ia bahkan sempat mendapat ancaman pembunuhan akibat kepindahannya itu.

Baca Juga:

3 Pembelian Mahal Chelsea yang Tak Sesuai Ekspektasi

5 Kepindahan Ikon Klub yang Sulit Dipercaya

5 Pengkhianatan Bintang Premier League yang Mengundang Amarah Suporter

Fernando Torres

Namun Torres punya alasan kuat di balik keputusannya tersebut. Menurutnya, kepindahan ke Chelsea merupakan puncak dari kemarahannya kepada petinggi Liverpool.

Sekitar tiga bulan sebelumnya, Liverpool memang baru berganti pemilik. Tom Hicks dan George Gillett menjual klub ini ke Fenway Sports Group.

Penjualan terpaksa dilakukan karena Liverpool terlilit utang yang cukup besar. Rival sekota Everton itu juga telah lebih dulu melepas sejumlah pemain kuncinya dampak dari masalah tersebut.

Hal inilah yang membuat Torres geram. Melepas para pemain terbaik tentu akan menyulitkan Liverpool bersaing merebut gelar juara.

"Mereka menjual semua pemain terbaik mereka karena Javier Mascherano pergi, Xabi Alonso pergi, (manajer) Rafa Benitez pergi, dan mereka mulai membawa pemain muda. Jadi mereka membutuhkan mungkin lima, enam, tujuh tahun untuk membuat tim pemenang lagi dan saya tidak punya waktu untuk itu karena saya meninggalkan Atletico untuk memenangkan trofi," kata Torres kepada talkSPORT.

"Ada banyak kebohongan yang dilakukan pemilik Liverpool saat itu dan pada akhirnya saya harus menemukan jalan saya sendiri yaitu Chelsea yang saya pikir akan menjadi klub yang akan menawarkan kesempatan untuk memenangkan trofi."

Keputusan Torres hengkang ke Chelsea berdampak besar dalam kariernya. Permainannya secara perlahan mulai menurun.

Namun pada akhirnya, Torres mendapatkan apa yang selama ini dicari. Ia mampu meraih trofi Liga Champions dan Liga Europa secara beruntun.

Torres sama sekali tak menyesali pengkhianatannya kepada Liverpool. Ia justru sedikit kecewa karena tak bisa menunjukkan performa maksimal bersama Chelsea.

"Saya senang karena memenangkan trofi yang saya inginkan, saya memainkan sepak bola yang sangat bagus tetapi saya tidak melakukannya setiap akhir pekan. Jadi di klub besar mana pun di dunia jika anda tidak tampil setiap akhir pekan maka itu tidak cukup," pungkasnya.