BolaSkor.com - Pembalap Indonesia, Sean Gelael, tampil apik pada balapan Feature Formula 2 di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Sabtu (29/6).

Namun, penampilan bagus Sean belum mampu menghasilkan poin untuk tim Pertamina Prema Racing setelah finis di posisi ke-17.

Degradasi ban menjadi kendala utama yang dihadapi Sean. Cuaca panas di sirkuit dan lintasan semakin menyulitkan dia memertahankan performa bannya yang akhirnya memengaruhi laju mobilnya.

Sepanjang kariernya di GP2 Series/Formula 2, Sean Gelael pernah memimpin balapan di tiga race.

Baca Juga:

FP1 dan FP2 F1 GP Prancis: Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas Bergantian Tercepat

Tidak Ikut Konferensi Pers GP Prancis, Lewis Hamilton Hadiri Pemakaman Desainer Fashion

Namun, hanya pada Race 1 di Red Bull Ring, Austria, sajalah dia gagal dapat poin.

Monza 2017 dia start dari P4 dan memimpin selama empat lap. Di akhir lomba dia finis P6. Baku 2019 dia start dari P3, memimpin selama dua lap, dan finis di P10.

Di Red Bull Ring, bahkan dari jumlah lap memimpin Sean lebih banyak, yakni 15.

Hanya, tingkat keausan ban yang tinggi membuat dia terus melorot hingga akhirnya finis di P17.

Balapan hari Sabtu (29/6) pada lanjutan Kejuaraan FIA Formula 2 2019 itu memang jadi tempat demonstrasi siapa paling jago menghemat ban, dialah yang menang.

Namun, khusus bagi para pembalap tim PREMA Racing, Sean dan Mick Schumacher, mereka terkena masalah lebih berat di sisi deg (degradasi) ban ini.

Khusus bagi Sean, saat memimpin itu dia tadinya sudah unggul lebih dari empat detik di depan Nikita Mazepin.

Akan tetapi, dengan mudah ditempel dan disusul. Padahal, saat itu Sean sedang memakai ban lebih keras (soft) ketimbang supersoft, karena taktiknya memang prime-option alias pakai ban keras dulu baru ban lunak.

Selain masalah setelan mobil, suhu Red Bull Ring yang lebih panas ketimbang biasanya juga punya andil. Plus, Pirelli pun membawa dua jenis ban yang lebih lunak dibanding 2018, yang tentu saja lebih cepat aus.

"Start saya bagus dan tak langsung memaksa karena tahu rencana strategi lomba. Ketika memimpin balapan, kami punya jarak yang besar. Akan tetapi di tengah lomba kecepatan kami turun drastis dan tak bisa bertahan untuk mempertahankan posisi pertama. Saya dan tim terpukul dengan kejadian ini," kata Sean.

Untuk Race, Minggu (30/6), tampaknya juga bukan hal mudah. Cuaca dan ban masih sama, sehingga kemungkinan pebalap Jagonya Ayam ini menghadapi masalah seperti di Race 1 sama besarnya.

"Tapi semoga kami bisa mendapatkan kepuasan di Race 2," terang Sean Gelael.