BolaSkor.com - Selama bertahun-tahun, sedekade atau dua dekade lebih, Lionel Messi konsisten menjaga penampilannya di level top Eropa. Berbekal talenta alamiah, Messi bisa menjadi pencetak gol ulung dan juga playmaker handal bagi Barcelona, juga untuk Timnas Argentina.

Persaingannya untuk menjadi pemain terbaik dunia bersama Cristiano Ronaldo hanya tercipta melalui pemberitaan media. Keduanya merupakan pemain terbaik dunia saat ini, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi yang hidup di generasi ini, seharusnya bersyukur dapat melihat aksi keduanya kala sedang prima.

Kritikan yang datang pun sudah menjadi hal yang biasa bagi Ronaldo dan Messi. Khususnya La Pulga, yang dahulu sempat memiliki masalah dengan hormon tubuhnya. Ketika masih muda, Messi mengaku kritikan sering menjatuhkan dirinya. Namun saat ini, semuanya telah berubah.

"Ada kalanya, satu waktu ketika kritikan memengaruhi saya dan kritikan sangatlah buruk untuk saya. Tapi semua itu telah berakhir, sekarang tidak (memengaruhi Messi). Saya tahu mereka mengatakan hal-hal yang di luar konteks, yang tidak ada kaitannya dengan olahraga. Mereka terlibat dalam kehidupan pribadi," cerita Messi dalam wawancaranya kepada America TV, Selasa (20/3).

Usia Messi memang tak lagi muda. Ia sudah berkepala tiga alias 30 tahun. Kedewasaan di segala hal seharusnya dialami Messi, yang dianugerahi tiga orang anak bernama: Thiago, Mateo, dan Ciro, dari hasil hubungannya dengan Antonella Roccuzzo. Ketiga anaknya itu merupakan sumber kebahagiaan dan kekuatan Messi.

Sang ayah bahkan pernah menangis ketika Mateo lahir di tahun 2015 silam. Bukan tangis kesedihan, melainkan kebahagiaan, karena Mateo lahir tiga tahun setelah kelahiran Thiago, yang tidak mudah. Tangisan Messi itu menjadi tangisan terakhir yang menetes dari matanya.

"Saya menangis dengan penuh kebahagiaa ketika Mateo lahir. Kelahiran Thiago rumit, tidak berjalan sesuai harapan. Mateo jauh lebih tenang. Kabar anak ketiga merupakan kebahagiaan berlipat juga bagi saya," tambah Messi.

Berada di usia 30 tahun juga mengartikan, bahwa Messi harus tetap menjaga kondisi tubuhnya agar tetap prima, hingga bisa menghindari cedera. Ini berarti, dia juga harus menjaga pola makan dan menjaga program diet dari tim. Messi tahun akan hal tersebut. Kini, ia jauh lebih baik dalam mengendalikan pola makannya dibanding masa lalu, kala usianya masih berumur 22-23 tahun.

"Saya tidak tahu apa yang saya makan, tapi saya makan dengan buruk selama bertahun-tahun. Pada usia 22-23. Coklat, alfajores (makanan dari Amerika Selatan yang diisi biskuit), minuman bersoda. Sekarang, saya makan dengan baik, ikan, daging, sayur-sayuran," tambah Messi.

"Segalanya (dimakan Messi), tapi lebih teratur dan baik. Terkadang, sedikit anggur merah, tapi hal itu tak jadi masalah. Saya melihat banyaknya perubahan ketika saya muntah. Mereka berkata hal tersebut bisa mengartikan banyak hal. Perlahan, saya berubah dan hal tersebut tidak lagi terjadi pada diri saya," urainya.