BolaSkor.com - PSSI sudah memutuskan untuk memberhentikan sementara Liga 1 dan Liga 2 2020 sampai dengan 29 Mei 2020 dengan status force majeure. Keputusan ini dilakukan oleh PSSI, lantaran penyebaran Virus Corona (COVID-19) yang semakin mengerikan di Indonesia.

Sejatinya, kompetisi ini bisa dilanjutkan kembali pada 1 Juli 2020 mendatang dengan catatan kondisi di Indonesia sudah membaik. Namun, jika kondisi ini tidak berubah, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 ini akan diberhentikan.

Tidak hanya itu saja, PSSI juga membuat kebijakan setiap tim yang berlaga di Liga 1 dan Liga 2 wajib membayarkan 25 persen gaji pemain, pelatih dan ofisial dari nilai kontrak yang sudah ada selama bulan Maret sampai dengan Juni 2020.

Baca Juga:

APPI Masih Tunggu Jawaban dari PSSI soal Keberatan Gaji 25 Persen bagi Pemain

PSSI dan PT LIB Tunggu Uang Sponsor, Nasib Gaji Wasit Mengambang di Tengah Force Majeure Kompetisi

Menurut salah satu pengamat sepak bola di Indonesia, Supriyono Prima, kebijakan yang dibuat oleh PSSI tersebut sebuah keputusan yang tepat. Pasalnya apa yang terjadi merupakan pandemi global.

"Ini sama seperti kasus tahun 1998 lalu pada saat krisis moneter, seharusnya seluruh elemen bisa legawa dengan apa yang sudah diberikan oleh PSSI. Pada saat 1998 lalu kompetisi diberhentikan dan saya hanya dapat gaji sebesar 50 persen saja. Seharusnya mereka berbesar hati, masih untung ada pemasukan," kata Supriyono Prima kepada BolaSkor.com.

"Seharusnya hati nurani mereka itu bisa bicara, banyak di luar sana yang sulit mencari penghasilan pada situasi yang sulit seperti ini. Karena ini sekarang kasusnya bukan seperti tahu 2015 lalu dimana kita yang di banned oleh FIFA. Sekarang lawan kita pandemi global," tambahnya.

Mantan pemain Primavera ini menambahkan, sebaiknya mereka yang di sini mencontoh pemain yang ada di luar sana. Seperti Barcelona yang pemainya dipotong gaji sebesar 70 persen pun mereka semua menerima keputusan tersebut.

"Pemain di luar sana pun juga banyak kok yang dipotong hampir 70 persen mereka bisa terima. Sekarang berdoa saja, ini semua bisa cepat selesai dan semua bisa kembali normal seperti sedia kala," pungkas Supriyono.