BolaSkor.com - Melihat dengan kasat mata performa timnas Inggris di Piala Dunia 2018, maka pujian utama harus diberikan kepada Gareth Southgate dengan gagasan-gagasan bermainnya yang cerdas. Fakta ini tak lagi bisa dipungkiri.

Southgate memang mendrobak tradisi lama Inggris dengan formasi dan sistem bermain yang baru. Dia juga tidak ragu menyertakan banyak pemain muda minim pengalaman di dalam skuatnya. Hasilnya pun gemilang. Inggris untuk kali pertama sejak tahun 1990 menapaki semifinal Piala Dunia.

Salah satu hal yang paling mencolok dari Inggris saat ini adalah pemanfaatan situasi bola mati. Mereka sudah mencetak delapan gol dari total 11 gol dengan cara tersebut. timnas Kroasia - lawan yang dihadapi Inggris di semifinal - sangat mewaspadainya.

Selain sistem bermain, taktik 3-5-2 yang jadi pakem Inggris saat ini juga menjadi ketertarikan sendiri bagi pengamat sepak bola. Southgate disinyalir mengadaptasinya dari Chelsea-nya Antonio Conte dalam dua musim terakhir, yang menghasilkan satu titel Premier League dan Piala FA.

Tidak salah memang jika Marca (11/7) meyakini, bahwa Southgate terinspirasi dari manajer-manajer asing yang melatih enam klub top Premier League, dalam menerapkan sistem bermain Inggris saat ini.

Taktik dari Conte. Sementara Jose Mourinho, Pep Guardiola, Jurgen Klopp, Mauricio Pochettino, dan Arsene Wenger, memiliki metodenya masing-masing dalam mendidik anak asuhnya. Contoh itu bisa dilihat dari total sembilan pemain Tottenham Hotspur yang saat ini bermain di semifinal.

Berkat kegemilangan Pochettino mengorbitkan dan mengembangkan potensi pemain muda, Southgate kini bisa memetik hasil dari perkembangan signifikan Dele Alli, Harry Kane, Eric Dier, hingga Kieran Trippier.

Pun demikian Guardiola dengan kejeniusannya menyulap tim untuk bermain ofensif dan menghibur. Dua pemain Manchester City yang berposisi sebagai bek, Kyle Walker dan John Stones, tahu bagaimana cara membangun serangan dari belakang tanpa harus terburu-buru melepaskan bola.

Menyoal Guardiola, Southgate mengakui langsung jika dia menganggapnya sebagai penemu yang visioner.

"Guardiola seorang innovator. Sekarang, ketika anak-anak memainkan sepak bola di lapangan yang beku atau berlumpur, Anda melihat mereka mengambilalih bola (memainkan penguasaan bola). Metodenya semakin dekat memberikan dampak besar kepada sepak bola Inggris," tutur Southgate.

Seiring 'bantuan' dari manajer-manajer asing tersebut, Southgate di ambang mengakhiri penantian titel Piala Dunia Inggris, yang terakhir diraih tahun 1966.