BolaSkor.com - Penyerang Timnas Malaysia, Syafiq Ahmad, memberi penjelasan soal selebrasi berbentuk provokasi yang dilakukan para pemain cadangan ke kiper Thailand Chatchai Budprom. Selebrasi dilakukan setelah laga dengan skor imbang 2-2 berakhir di Stadion Rajamangala, Bangkok, Rabu (5/12) malam.

Hasil imbang 2-2 tersebut membuat Malaysia melaju ke final Piala AFF 2018. Hal ini karena gol tandang, mengingat di Kuala Lumpur pada leg pertama semifinal bermain 0-0.

Selepas peluit berbunyi, sekitar tujuh pemain yang berada di bangku cadangan berlari menuju Chatchai Budprom. Mereka memutari sang penjaga gawang dan beberapa di antaranya tidur di depan gawang Thailand.

Aksi penggawa Timnas Malaysia membuat salah satu pemain Thailand tampak kesal sehingga menghampiri setelah laga berakhir.

Syafiq Ahmad menjelaskan bahwa selebrasi tersebut dilakukan tak lepas Chatchai Budprom sendiri. Ketika Thailand mencetak gol kedua pada menit ke-63, Chatchai Budprom berlari menuju bangku cadangan Malaysia dan bergaya tidur.

Baca Juga:

Pelatih Thailand: Timnas Malaysia Layak ke Final Piala AFF 2018

Tahan Timnas Thailand 2-2 Secara Dramatis, Malaysia Melaju ke Final Piala AFF 2018

Chatchai Budprom dijelaskan melakukan hal itu lagi ketika Thailand mendapat penalti, yang gagal dimaksimalkan Adisak Kraisorn pada menit ke-95. Atau saat kedudukan 2-2.

"Sebenarnya banyak yang tidak melihat apa yang terjadi di lapangan. Sebenarnya provokasi itu dimulai kiper Thailand yang datang ke bangku cadangan dan mengejek kami."

"Siapa yang tidak geram melihat pemain tuan rumah menghina kami. Jadi ketika wasit meniup peluit, kami secara spontan berlari dan membalas apa yang dilakukan kepada kami."

"Itu saja. Tapi setelah itu kiper mereka datang dan bersalaman dengan kami," jelas Syafiq Ahmad kepada NSTP Sports seperti dikutip dari laman Berita Harian.

Sebelumnya, Chatchai Budprom juga mengeluarkan pernyataan sedikit menyinggung dalam jumpa pers. Ia meminta para pemain Harimau Malaya tidur nyenyak sebelum laga karena Thailand akan memberikan mimpi buruk.