BolaSkor.com - Unai Emery bertahan kurang dari 18 bulan melatih Arsenal sejak menggantikan Arsene Wenger pada 2018. Manajer asal Spanyol dipecat karena penurunan performa The Gunners dan Sacha Wright tahu mengapa ia tak bisa fokus dengan Arsenal.

Sacha Wright merupakan mantan kekasih Unai Emery dan keduanya putus pada akhir 2019 lalu. Beberapa bulan sebelum Emery dipecat (November 2019) ia tak lagi bersama Sacha Wright dan hal itu dinilai memengaruhi fokus Emery.

Menurut Wright mantan pelatih Sevilla dan PSG (Paris Saint-Germain) itu tidak lagi fokus sejak keduanya putus. Emery bahkan menyalahkan Wright dan menyebutnya sebagai 'penyihir putih'.

Baca Juga:

Pandemi Virus Corona Rusak Strategi Transfer Arsenal

Dipecat Arsenal, Unai Emery Didekati Everton

Bos Arsenal: Unai Emery Dipecat demi Kebaikan The Gunners

Sacha Wright dan Unai Emery

"Saat itulah dia menyalahkan saya karena mengambil dipecat. Dia (Emery) memberitahu saya bahwa saya adalah seorang penyihir putih karena saya membawa begitu banyak nasib buruk. Dia berkata 'Di hari kami putus kami (Arsenal) mulai kalah," tutur Wright kepada The Sun.

"Dia mengatakan kepada saya bahwa dia sangat stres sehingga pikirannya tidak di tempat yang tepat setelah kami berpisah."

Wright juga menjelaskan bagaimana ia bertemu dengan Unai Emery di Inggris. Emery uniknya menggunakan Google Translate untuk berbicara di restoran.

"Kami bertemu pada musim panas 2018 dan kami mulai mengobrol tetapi saya tidak mengikuti sepak bola jadi saya tidak tahu siapa dia. Dia mengatakan kepada saya dia bekerja di industri olahraga dan bahasa Inggrisnya buruk karena dia baru saja pindah ke London," ungkap Wright.

"Dia mengajak saya keluar tetapi mengatakan dia tidak ingin bertemu di tempat yang terlalu ramai. Dia meminta saya untuk pergi ke rumahnya di Barnet tapi saya bilang tidak, sama sekali tidak."

"Kami sepakat untuk bertemu di sebuah restoran Italia di Hampstead. Ketika kami tiba, saya menyadari dia pasti orang yang penting karena meski pun restoran akan tutup, mereka tetap buka."

"Dia memiliki aksen yang kuat. Dia secara teratur akan menghentikan percakapan sehingga dia dapat memeriksa kata-kata di Google Translate di teleponnya, tetapi saya menemukan dia menarik sejak kami bertemu."

"Dia berpakaian bagus dan tampak seperti pria yang sangat baik. Dia bercanda bahwa saya bisa menjadi guru bahasa Inggrisnya," urai Sacha Wright.