BolaSkor.com - Artikel ini bukan tentang tamu wajib lapor 1x24 jam yang sudah tidak asing lagi di Indonesia, bukan. Melainkan menyoal Pep Guardiola yang begitu peduli dengan anak-anak asuhnya di Manchester City.

Terlepas dari pro-kontra komentas pedas Yaya Toure kepadanya, andil Guardiola dalam mengubah filosofi sepak bola Man City dan memberi identitas kepada mereka patut diacungi jempol. Dalam kurun waktu dua musim, sang visioner menjadikan Man City sebagai tim terbaik Eropa dengan permainan yang mereka peragakan.

Buntut dari permainan itu adalah titel Premier League dan Piala Liga, serta pecahnya rekor 100 poin di Premier League. Para pemain di dalam skuat juga merasakan perubahan signifikan dalam proses perkembangan mereka. Leroy Sane, Gabriel Jesus, John Stones, Raheem Sterling, dan Bernardo Silva merupakan nama-nama pemain muda yang merasakan dampak metode melatih Guardiola.

Jenius sepak bola. Guardiola bukan sekedar perfeksionis yang memerhatikan detail sekecil apapun dalam permainannya, melainkan juga memaksimalkan potensi pemain, membebaskannya untuk terus berkembang. Bahkan sampai saat ini, di mana Guardiola seharusnya beristirahat pasca melalui musim yang panjang, dengan berlibur bersama keluarga, dia masih memerhatikan para pemainnya yang akan bermain di Piala Dunia 2018.

Sebanyak 16 pemain Man City akan bermain di Piala Dunia yang berlangsung di Rusia. Guardiola tidak pernah luput memantau mereka. Dia sampai bersedia dihubungi 1x24 jam oleh anak-anak asuhnya untuk sekedar berbicara, berdiskusi mengenai banyak hal.