BolaSkor.com - Jika Cristiano Ronaldo masih bertahan di Real Madrid performa Karim Benzema belum tentu sebagus saat ini. Hal tersebut bisa saja terjadi jika melihat betapa vitalnya Benzema di lini depan Los Blancos.

Sejauh ini penyerang berusia 34 tahun sudah melesakkan 41 gol dan memberikan 13 assists dari 41 laga di seluruh kompetisi, dengan jumlah menit penampilan sebanyak 3.530 menit.

Benzema membawa Madrid semakin dekat dengan titel LaLiga dan menjaga kans lolos ke final Liga Champions. Dua hat-trick gol sudah dilakukannya musim ini di Liga Champions saat melawan PSG dan juara bertahan, Chelsea.

Teranyar saat melawan Manchester City di Etihad Stadium, Rabu (27/04) dini hari WIB, Benzema kembali mencetak dua gol kala Madrid kalah 3-4. Satu gol itu dilesakkannya melalui panenka saat mencetak gol penalti.

Baca Juga:

Tak Terlalu Kecewa Madrid Kalah, Ancelotti Siapkan Balas Dendam di Bernabeu

Man City 4-3 Real Madrid: Sajian Istimewa untuk Penggemar Sepak Bola

Penalti Panenka Benzema Bikin Ancelotti Terkejut

Benzema sudah dilihat sebagai salah satu penyerang top Eropa selama 13 tahun terakhirnya di Madrid, tapi baru belakangan ini performa terbaiknya terlihat dari sisi ketajaman gol. Itu semua terjadi sejak satu momen bersejarah pada 2018.

Peran Cristiano Ronaldo

Pada musim panas 2018 megabintang Portugal, Cristiano Ronaldo, pergi ke Juventus setelah meraih sukses besar di Madrid dan meninggalkan Santiago Bernabeu dengan status legenda.

Semenjak saat itu peran Benzema semakin krusial dalam memimpin lini depan Real Madrid. Bukan rahasia lagi, saat masih ada Ronaldo Benzema adalah "pelayan" baginya dengan menciptakan peluang, bukan mengonversinya jadi gol.

Pada musim terakhir Ronaldo di Madrid Benzema hanya mencetak lima gol, tapi memberikan 10 assists dan itu sudah jadi bukti sahih. Itu yang membuat Benzema spesial karena dia penyerang yang unik.

Benzema kerap menjemput bola, berkontribusi dengan serangan Madrid dengan mengalirkannya, menciptakan peluang, tapi di satu sisi berbeda eks penyerang Olympique Lyonnais juga tajam dalam urusan mencetak gol.

Peran dalam mencetak gol itulah yang berkurang kala ada Ronaldo di tim. Ronaldo jadi pendulang gol utama dan beroperasi lebih banyak di kotak penalti, tak ayal Benzema bergerak menjauh dari kotak penalti.

“Saya pikir Karim pasti bisa memenangkan Ballon d'Or karena apa yang telah dia capai dan terus capai di Real Madrid. Dia hampir mencetak lebih banyak gol daripada siapa pun," tutur mantan pemain Madrid, Aitor Karanka, kepada Mirror beberapa waktu lalu.

"Dia banyak dikritik ketika dia masih muda karena dia tidak mencetak cukup banyak gol dan dia mendapat banyak tekanan - ditambah dia bermain bersama Cristiano."

“Momen kunci bagi Karim adalah ketika Cristiano pergi. Bahasa tubuhnya bisa menipu Anda ketika Anda tidak mengenalnya. Tapi, saya tahu bahwa dia akan menggantikan Cristiano sebagai pemimpin tim."

"Dia telah menua seperti anggur yang baik. Kehadirannya sendirian di lapangan penting bagi rekan satu timnya dan dia bisa memenangkan penghargaan individu apapun," pungkas Karanka.